Anggotanya Bertambah Tapi Nama BRICS Tetap Dipakai, Ini Alasannya
Sabtu, 16 Maret 2024 - 13:30 WIB
Lima negara lainnya – Ethiopia, Arab Saudi, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab – bergabung dengan BRICS pada awal tahun ini sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran. Organisasi itu juga tetap membiarkan pintu terbuka untuk penambahan anggota lebih lanjut.
Baca Juga: Marak Terjadi Bencana, BNPB Imbau Masyarakat dan Pemda Waspada Fenomena Alam
BRICS yang diperluas menyumbang sekitar 30% perekonomian global, dan memiliki total populasi sekitar 3,5 miliar, atau 45% dari penduduk dunia.
Pengaruh politik dan ekonomi blok tersebut telah meningkat secara signifikan sejak sanksi keras diberlakukan terhadap Rusia oleh Amerika Serikat dan sekutunya setelah dimulainya konflik Ukraina pada tahun 2022. Anggota BRICS belum bergabung dengan kampanye Barat dan melanjutkan atau meningkatkan perdagangan dengan Rusia.
Banyak negara lain yang telah menyatakan minatnya untuk menjadi anggota BRICS, dan beberapa telah secara resmi mengajukan permohonan, termasuk Venezuela, Thailand, Senegal, Kuba, Kazakhstan, Belarusia, Bahrain, dan Pakistan.
Baca Juga: Marak Terjadi Bencana, BNPB Imbau Masyarakat dan Pemda Waspada Fenomena Alam
BRICS yang diperluas menyumbang sekitar 30% perekonomian global, dan memiliki total populasi sekitar 3,5 miliar, atau 45% dari penduduk dunia.
Pengaruh politik dan ekonomi blok tersebut telah meningkat secara signifikan sejak sanksi keras diberlakukan terhadap Rusia oleh Amerika Serikat dan sekutunya setelah dimulainya konflik Ukraina pada tahun 2022. Anggota BRICS belum bergabung dengan kampanye Barat dan melanjutkan atau meningkatkan perdagangan dengan Rusia.
Banyak negara lain yang telah menyatakan minatnya untuk menjadi anggota BRICS, dan beberapa telah secara resmi mengajukan permohonan, termasuk Venezuela, Thailand, Senegal, Kuba, Kazakhstan, Belarusia, Bahrain, dan Pakistan.
(fjo)
Lihat Juga :