Defisit APBN 2021 Sentuh Rp971 T, Ekonom: Pemerintah Fokus Saja Percepat Pemulihan Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2020 - 17:14 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2021 sekitar 5,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp971,2 triliun. Adapun perkiraan defisit ini dihitung dari Pendapatan sebesar Negara Rp1.776,4 triliun dan Belanja Negara sebesar Rp2.747,5 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Piter Abdullah mengatakan, perekonomian Indonesia berpotensi untuk bangkit dengan cepat di tahun 2021 dengan catatan pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun ini. Menurut dia, pemerintah harus bisa memaksimalkan APBN secara efektif. (Baca juga: Rusia Mulai Produksi Vaksin Covid-19 Sputnik V )



"Potensi bangkit dengan cepat itu bisa diwujudkan apabila APBN bisa dimanfaatkan sebagai stimulus ekonomi secara efektif. Berbagai bantuan sosial dan program stimulus masih sangat dibutuhkan," ujar Piter saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia ini menambahkan, defisit dan utang pemerintah hendaknya jangan menjadi batasan, dan prioritas seharusnya adalah bagaimana Indonesia bisa pulih dengan cepat. (Baca: Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!