Power Wheeling untuk EBT Perlu Diiringi Skema B2B Biaya Sewa yang Adil
Selasa, 02 April 2024 - 21:06 WIB
Penerapan skema power wheeling untuk pembangkit EBT disebut harus juga memperhatikan kepentingan pemilik jaringan transmisi. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Wacana menerapkan konsep power wheeling untuk mendongkrak pengembangan energi baru terbarukan ( EBT ) di dalam negeri, jika direalisasikan, dinilai perlu diikuti dengan skema business to business (B2B) yang jelas untuk menentukan biaya sewa antara produsen listrik dengan pemilik jaringan transmisi.
Praktisi energi terbarukan Mardani Surya Hutama mengatakan, hal itu penting untuk memastikan pemilik jaringan transmisi memperoleh kompensasi yang adil. Pasalnya, jelas dia, membangun jaringan transmisi selain sulit juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Tak hanya itu, pemilik jaringan juga harus menanggung risiko jika terjadi gangguan.
Baca Juga: Skema Power Wheeling Dinilai Berisiko Rugikan Negara
"Jadi jika mau bicara fair, pelanggan yang menikmati energi terbarukan juga perlu sadar bahwa itu bisa dinikmati berkat adanya jalur transmisi dan distribusi milik PLN," ujar Mardani di Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Praktisi energi terbarukan Mardani Surya Hutama mengatakan, hal itu penting untuk memastikan pemilik jaringan transmisi memperoleh kompensasi yang adil. Pasalnya, jelas dia, membangun jaringan transmisi selain sulit juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Tak hanya itu, pemilik jaringan juga harus menanggung risiko jika terjadi gangguan.
Baca Juga: Skema Power Wheeling Dinilai Berisiko Rugikan Negara
"Jadi jika mau bicara fair, pelanggan yang menikmati energi terbarukan juga perlu sadar bahwa itu bisa dinikmati berkat adanya jalur transmisi dan distribusi milik PLN," ujar Mardani di Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Lihat Juga :