Pemilu Turki Bisa Bikin Lira Ambruk, Inflasi Kemungkinan Tembus 70%

Rabu, 03 April 2024 - 20:15 WIB
Setelah pemilihan presiden bulan Mei lalu, Lira turun sebanyak 7% dalam satu hari dan kekhawatiran akan terulangnya kemerosotan yang sama. Mata uang Turki berkinerja terburuk di antara mata uang-mata uang negara berkembang lainnya bulan lalu dengan penurunan sebesar 3,2% terhadap dolar AS. Turki rentan terhadap perubahan kebijakan setelah pemilihan umum.

Namun, Erdogan kali ini telah mengesampingkan kekhawatiran akan langkah mundur dari langkah-langkah ortodoks dan menegaskan kembali dukungan untuk tim ekonominya meskipun ia kalah. Hal ini kemungkinan besar menandakan kelanjutan dari biaya pinjaman yang lebih tinggi dan kebijakan fiskal yang lebih ketat untuk menjinakkan inflasi.

Baca Juga: Peringatan 750 Tahun Meninggalnya Jalaludin Rumi, Erdogan Serukan Membela Kaum Tertindas

Gubernur Bank Sentral Fatih Karahan mengatakan kepada asosiasi perbankan bahwa kebijakan yang ketat akan dipertahankan. Perusahaan-perusahaan seperti Goldman Sachs Group. dan Deutsche Bank AG memperkirakan bahwa performa mata uang ini akan membaik.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!