Harga Minyak Mentah Dunia Dekati Rekor Tertinggi, Brent Tembus USD91,14 per Barel
Jum'at, 05 April 2024 - 13:23 WIB
Pihak bank menaikkan target harga 3 bulan untuk Brent menjadi USD95 per barel.
Brent dan WTI terpantau mencatat kenaikan lebih dari 4% minggu ini, naik untuk minggu kedua berturut-turut, setelah produsen OPEC terbesar ketiga Iran bersumpah membalas dendam terhadap Israel atas serangan yang menewaskan petinggi militer Iran.
Sementara itu Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah pada hari Senin.
Di sisi lain serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang di Rusia mungkin telah mengganggu lebih dari 15% kapasitas Rusia, kata seorang pejabat NATO pada hari Kamis. Dimana serangan tersebut menjadi pukulan telak bagi produksi bahan bakar di Rusia.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, atau dikenal sebagai OPEC +, minggu ini mempertahankan kebijakan pasokan minyak mereka tidak berubah. Selain itu menekankan beberapa negara untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengurangan produksi.
"Tindakan keras lebih lanjut pada kepatuhan terhadap kuota akan melihat output turun lebih jauh di Q2," kata analis ANZ.
Brent dan WTI terpantau mencatat kenaikan lebih dari 4% minggu ini, naik untuk minggu kedua berturut-turut, setelah produsen OPEC terbesar ketiga Iran bersumpah membalas dendam terhadap Israel atas serangan yang menewaskan petinggi militer Iran.
Sementara itu Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah pada hari Senin.
Di sisi lain serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang di Rusia mungkin telah mengganggu lebih dari 15% kapasitas Rusia, kata seorang pejabat NATO pada hari Kamis. Dimana serangan tersebut menjadi pukulan telak bagi produksi bahan bakar di Rusia.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, atau dikenal sebagai OPEC +, minggu ini mempertahankan kebijakan pasokan minyak mereka tidak berubah. Selain itu menekankan beberapa negara untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengurangan produksi.
"Tindakan keras lebih lanjut pada kepatuhan terhadap kuota akan melihat output turun lebih jauh di Q2," kata analis ANZ.
Lihat Juga :