Sebar Terangnya Kemerdekaan, PLN Listriki Wilayah-wilayah Terpencil
Senin, 17 Agustus 2020 - 11:59 WIB
Pengiriman material ketenagalistrikan untuk membangun infrastruktur listrik di Desa Uemanje, Sulawesi Tengah. Jalan berlumpur harus dilalui demi melistriki desa terpencil. Foto/Ist
JAKARTA - Di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 , Indonesia semakin benderang. Satu demi satu wilayah terpencil kini mulai terlistriki oleh PLN , dimana hingga semester I tahun 2020, rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,09%.
Di Provinsi Riau, sebanyak 8 desa terpencil kini menikmati aliran listrik PLN , yaitu Desa Sari Mulia, Desa Tanjung Pasir, Desa Sungai Bela, Desa Sungai Buluh, Desa Sungai Laut, Desa Pulau Cawan, dan Desa Air Tawar di Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Cipang Kanan di Kabupaten Rokan Hulu.
Demi melistriki 8 desa tersebut, PLN mengelontorkan dana sebesar Rp75,2 miliar untuk membangun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 52 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 35,56 KMS dan 20 unit Gardu Distribusi dengan total daya 2.135 kVA.
(Baca Juga: Percepatan Pemerataan Listrik ke Pelosok, DPR Dukung Lewat Politik Anggaran)
Gubernur Riau H Syamsuar mengaku pembangunan infrastruktur jaringan listrik untuk desa-desa terpencil di Provinsi Riau itu membutuhkan anggaran yang besar. "Karena itu kita sangat mendukung upaya PLN dalam meningkatkan infrastruktur jaringan listrik untuk wilayah di Provinsi Riau. Dengan semangat yang besar program listrik desa harus dituntaskan, kita optimis Program Riau terang tahun 2020 tercapai," ungkap Syamsuar dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2020).
Di Provinsi Riau, sebanyak 8 desa terpencil kini menikmati aliran listrik PLN , yaitu Desa Sari Mulia, Desa Tanjung Pasir, Desa Sungai Bela, Desa Sungai Buluh, Desa Sungai Laut, Desa Pulau Cawan, dan Desa Air Tawar di Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Cipang Kanan di Kabupaten Rokan Hulu.
Demi melistriki 8 desa tersebut, PLN mengelontorkan dana sebesar Rp75,2 miliar untuk membangun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 52 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 35,56 KMS dan 20 unit Gardu Distribusi dengan total daya 2.135 kVA.
(Baca Juga: Percepatan Pemerataan Listrik ke Pelosok, DPR Dukung Lewat Politik Anggaran)
Gubernur Riau H Syamsuar mengaku pembangunan infrastruktur jaringan listrik untuk desa-desa terpencil di Provinsi Riau itu membutuhkan anggaran yang besar. "Karena itu kita sangat mendukung upaya PLN dalam meningkatkan infrastruktur jaringan listrik untuk wilayah di Provinsi Riau. Dengan semangat yang besar program listrik desa harus dituntaskan, kita optimis Program Riau terang tahun 2020 tercapai," ungkap Syamsuar dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2020).
Lihat Juga :