Perang Iran-Israel Berlangsung Singkat, Harga Minyak Kembali Melandai
Senin, 15 April 2024 - 08:38 WIB
Namun serangan tersebut, yang oleh Iran disebut sebagai pembalasan atas serangan udara terhadap konsulatnya di Damaskus, hanya menyebabkan kerusakan ringan, dengan rudal yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Iron Dome Israel. Israel, yang berperang dengan militan Hamas yang didukung Iran di Gaza, tidak membenarkan atau membantah pihaknya menyerang konsulat.
Meskipun para pejabat Israel mengatakan kabinet perang negara itu mendukung tindakan pembalasan, AS mengatakan pihaknya tidak akan mengambil bagian dalam serangan apa pun terhadap Iran. Negara-negara besar, negara-negara Arab lainnya, dan Sekretaris Jenderal PBB telah mengeluarkan seruan untuk menahan diri.
"Serangan rudal dan drone balasan Iran terhadap Israel kemarin pagi tampaknya cukup besar untuk membalas pembunuhan personel militer Iran di Suriah tanpa menimbulkan dampak yang cukup besar untuk memicu peningkatan permusuhan lebih lanjut pada saat ini," kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Dampak Konflik Iran-Israel ke RI, Rupiah Bisa Tembus Rp17.000 per USD
Diketahui, harga minyak acuan sempat naik pada hari Jumat (12/4) sebagai antisipasi serangan balasan oleh Iran, menyentuh level tertinggi sejak Oktober. Meskipun kerusakan yang dialami Israel terbatas, para analis secara luas memperkirakan setidaknya kenaikan harga akan terjadi dalam jangka pendek pada pagi ini.
Meskipun para pejabat Israel mengatakan kabinet perang negara itu mendukung tindakan pembalasan, AS mengatakan pihaknya tidak akan mengambil bagian dalam serangan apa pun terhadap Iran. Negara-negara besar, negara-negara Arab lainnya, dan Sekretaris Jenderal PBB telah mengeluarkan seruan untuk menahan diri.
"Serangan rudal dan drone balasan Iran terhadap Israel kemarin pagi tampaknya cukup besar untuk membalas pembunuhan personel militer Iran di Suriah tanpa menimbulkan dampak yang cukup besar untuk memicu peningkatan permusuhan lebih lanjut pada saat ini," kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Dampak Konflik Iran-Israel ke RI, Rupiah Bisa Tembus Rp17.000 per USD
Diketahui, harga minyak acuan sempat naik pada hari Jumat (12/4) sebagai antisipasi serangan balasan oleh Iran, menyentuh level tertinggi sejak Oktober. Meskipun kerusakan yang dialami Israel terbatas, para analis secara luas memperkirakan setidaknya kenaikan harga akan terjadi dalam jangka pendek pada pagi ini.
Lihat Juga :