Tertatih-Tatih, IHSG Disebut Masih Bisa Tembus 7.600 hingga Akhir 2024

Jum'at, 19 April 2024 - 08:25 WIB
The Fed belakangan ini diragukan akan memangkas bunga acuan menyusul komentar hawkish sejumlah pejabat bank sentral, sekaligus data ekonomi AS yang kuat, seperti inflasi dan penjualan ritel.

Gubernur Fed Jerome Powell sebelumnya menegaskan, pihaknya membutuhkan lebih banyak waktu untuk segera memotong ongkos pinjaman. Baca Juga: IHSG Ambruk Bukan Kena Efek Perang Iran-Israel, Analis Ungkap Faktornya

Ini juga didukung oleh tingkat inflasi AS yang mencapai 3,5 year-on-year (yoy) pada Maret 2024. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan sebesar 3,4% yoy, sekaligus memanas dari periode sebelumnya sebesar 3,2% yoy.

Inflasi inti (Core Inflation) yang tidak termasuk komponen pangan dan energi juga meningkat 3,8%, dari estimasi 3,7% yoy. “Kami percaya ada potensi cut rate The Fed di bulan September dan Oktober 2024. Ini akan diikuti oleh Bank Indonesia,” papar Didit.

Dari sisi sektoral, industri perbankan masih menjadi harapan bagi indeks menemui level terbarunya. Apabila biaya pinjaman dipangkas, terang Didit, berpeluang menjadi booster bagi sektor utliitas dan properti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!