Teten Mengakui Mayoritas UMKM di Indonesia Belum Terkoneksi Industri, Apa Dampaknya?

Sabtu, 27 April 2024 - 07:17 WIB
"UMKM Jepang, Korea juga sama, 98% itu UMKM cuma yang beda di negara Jepang, Korea mereka itu satu terhubung ke industri. Mereka adalah supply chance dari industri, meskipun masih ada yang usaha mandiri," beber menteri kelahiran Garut ini.

Maka pihaknya mendorong UMKM tumbuh ke arah kreatif dan inovatif, seperti aplikasi, games, fotografi, film, animasi, subtitle, bukan lagi usaha mandiri, supaya bisa terkoneksi dengan industri. Perkembangan teknologi informasi juga didorong Kementerian Koperasi dan UKM betul-betul dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.

"Masifnya perkembangan teknologi informasi UMKM lainnya juga akan menjadi driver, pengembangan atau peningkatan kontribusi UMKM, dalam ekonomi digital. Saat ini sekitar lebih dari 22,8 juta, atau 33,6 persen sudah bertransformasi digital, dan dalam menjalankan usahanya," jelasnya.

Selain itu, kata Teten pemanfaatan potensi sumber daya alam Indonesia juga perlu dimaksimalkan di sektor agrikultur dan aquakultur atau budidaya perairan. Pelaku UMKM di dua sektor itu bisa masuk ke dalam rantai industri yang terkoneksi.

"Kita harus sudah mulai mengembangkan Umkm yang menjadi suplai chance dari industri, coba desain kami dari kementerian, kita ingin berbeda, karena kekuatan kita, kita juga memiliki kekuatan domestik yang luar biasa, di agrikultur, dan aquakultur," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!