Bisakah Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp16.000? Ini Syaratnya
Minggu, 28 April 2024 - 19:00 WIB
Menurut David, posisi rupiah saat ini masih relatif kompetitif dibandingkan dengan mata uang negara-negara lain terhadap dolar AS. Berdasarkan catatan BI, pelemahan rupiah sampai dengan 23 April 2024 tercatat lebih rendah yakni 5,07% (ytd) jika dibandingkan yen Jepang dan dolar Selandia Baru yang masing-masing melemah 8,91% dan 6,12% (ytd).
Baca Juga: Demokratis Bukan Lagi Jadi Parameter, Pemilih Global Cenderung Pilih Pemimpin yang Kuat
Demikian pula dengan mata uang kawasan, seperti baht Thailand dan won Korea yang masing-masing melemah 7,88% dan 6,55% (ytd).
Menurut David, nilai tukar rupiah masih bisa kembali naik. Namun, dia menekankan pentingnya memperhitungkan nilai fundamental ekonomi seperti ekspor dan inflasi. Dia mengingatkan adanya faktor inflasi pangan yang naik beberapa waktu ini.
"Kita harus perhitungkan nilai fundamental seperti ekspor, inflasi, kita tahu kan inflasi pangan kita naik cukup tinggi ya beberapa bulan terakhir. Nah ini tentu mempengaruhi ekspor-impor kita, itu mempengaruhi juga fundamental rupiah," paparnya.
Baca Juga: Demokratis Bukan Lagi Jadi Parameter, Pemilih Global Cenderung Pilih Pemimpin yang Kuat
Demikian pula dengan mata uang kawasan, seperti baht Thailand dan won Korea yang masing-masing melemah 7,88% dan 6,55% (ytd).
Menurut David, nilai tukar rupiah masih bisa kembali naik. Namun, dia menekankan pentingnya memperhitungkan nilai fundamental ekonomi seperti ekspor dan inflasi. Dia mengingatkan adanya faktor inflasi pangan yang naik beberapa waktu ini.
"Kita harus perhitungkan nilai fundamental seperti ekspor, inflasi, kita tahu kan inflasi pangan kita naik cukup tinggi ya beberapa bulan terakhir. Nah ini tentu mempengaruhi ekspor-impor kita, itu mempengaruhi juga fundamental rupiah," paparnya.
(fjo)
Lihat Juga :