Bertemu Mendag Inggris, Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi-Perdagangan
Selasa, 30 April 2024 - 13:06 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan dengan dengan Mendag Inggris The Rt. Hon. Greg Hands MP di Kantor Departemen Bisnis dan Perdagangan, di London, Inggris. FOTO/Biro Klip. Kemenko Perekonomian
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerjanya ke London, Inggris , melakukan pertemuan dengandengan Menteri Perdagangan The Rt. Hon. Greg Hands MP di Kantor Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris. Dalam pertemuan yang berlangsung di salah satu ruangan bersejarah era Churchill tersebut, sejumlah hal dibahas oleh kedua menteri.
Mengawali perbincangan, Menko Airlangga berbagi kemajuan kerja sama penting Indonesia-Inggris seperti pendirian King College di Indonesia serta perkembangan hasil pemilu yang berlangsung hanya sehari dengan damai. Hubungan dekat kedua negara ditandai dengan kesepakatan komite bersama ekonomi dan perdagangan (Joint Economic and Trade Commission/JETCO) yang saat ini bermitra dalam 3 sektor kelompok kerja.
Baca Juga: Menko Airlangga dan PM Anwar Ibrahim Dorong ASEAN-GCC Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024), Menko Airlangga menyebutkan harapannya agarJETCO segera memberikan hasil-hasil yang konkrit, antara lain di bidang energi dan ekonomi digital.
Sementara itu, Menteri Greg yang ditemani utusan khusus Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia, Richard Graham yang fasih berbahasa Indonesia menyampaikan kesan mendalam atas pelaksanaan pemilu di Indonesia seraya membandingkan proses yang sama di Inggris. Lebih lanjut, dengan mengklaim Inggris memiliki keunggulan dan pengalaman dalam energi bersih, Menteri Greg menawarkan kerja sama energi bersih yang sesuai bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Penerapan energi bersih nantinya dikaitkan dengan pengelolaan kebijakan subsidi.
Menteri Greg pun mengharapkan perdagangan produk susu dan turunannya dalam kerangka JETCO yang masih dirasakan masalah dalam pendaftaran karena membutuhkan waktu lama, selain penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS). Terkait persoalan ini, Menko Airlangga menegaskan Indonesia tengah melakukan deregulasi yang menekankan mekanisme lebih mudah untuk pendaftaran produk susu dan turunannya. Upaya ini untuk mendukung naiknya permintaan produk susu dan turunannya dengan program pemerintah baru, yakni susu gratis untuk siswa.
Mengawali perbincangan, Menko Airlangga berbagi kemajuan kerja sama penting Indonesia-Inggris seperti pendirian King College di Indonesia serta perkembangan hasil pemilu yang berlangsung hanya sehari dengan damai. Hubungan dekat kedua negara ditandai dengan kesepakatan komite bersama ekonomi dan perdagangan (Joint Economic and Trade Commission/JETCO) yang saat ini bermitra dalam 3 sektor kelompok kerja.
Baca Juga: Menko Airlangga dan PM Anwar Ibrahim Dorong ASEAN-GCC Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024), Menko Airlangga menyebutkan harapannya agarJETCO segera memberikan hasil-hasil yang konkrit, antara lain di bidang energi dan ekonomi digital.
Sementara itu, Menteri Greg yang ditemani utusan khusus Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia, Richard Graham yang fasih berbahasa Indonesia menyampaikan kesan mendalam atas pelaksanaan pemilu di Indonesia seraya membandingkan proses yang sama di Inggris. Lebih lanjut, dengan mengklaim Inggris memiliki keunggulan dan pengalaman dalam energi bersih, Menteri Greg menawarkan kerja sama energi bersih yang sesuai bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Penerapan energi bersih nantinya dikaitkan dengan pengelolaan kebijakan subsidi.
Menteri Greg pun mengharapkan perdagangan produk susu dan turunannya dalam kerangka JETCO yang masih dirasakan masalah dalam pendaftaran karena membutuhkan waktu lama, selain penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS). Terkait persoalan ini, Menko Airlangga menegaskan Indonesia tengah melakukan deregulasi yang menekankan mekanisme lebih mudah untuk pendaftaran produk susu dan turunannya. Upaya ini untuk mendukung naiknya permintaan produk susu dan turunannya dengan program pemerintah baru, yakni susu gratis untuk siswa.
Lihat Juga :