Tetap Impor Beras Meski Panen Raya, Bulog Beberkan Alasannya
Sabtu, 04 Mei 2024 - 11:31 WIB
"Ya saat ini kita terus jalan (impor beras), dan yang paling utama dari kegiatan impor itu sebenarnya bukan hanya sekadar masuknya, tapi komunikasi dengan mereka," kata Bayu, dikutip Sabtu (4/5/2024).
Baca Juga: Kasus DBD di Indonesia Kembali Meroket, Tembus 88 Ribu hingga Akhir April 2024
Dia menjelaskan, Bulog akan mengelola masuknya beras impor dengan memperhatikan daerah. Beras impor menurutnya akan dimasukkan melalui pelabuhan yang jauh dari daerah sentra produksi.
Kendati demikian, Bayu menegaskan bahwa impor juga bisa dihentikan jika ternyata di beberapa daerah yang merupakan sentra produksi mengalami pergeseran harga. "Kita lihat apakah harga terpengaruh akibat impor, kita bisa hentikan sewaktu-waktu," tegas Bayu.
Bayu kembali menekankan bahwa intinya impor harus dilakukan agar Indonesia memiliki stok yang cukup. "Karena nanti kalau semester kedua panennya tidak sebagus yang kita bayangkan, padahal misalnya pemerintah ingin melanjutkan program bantuan pangan, Bulog harus punya stoknya," jelasnya.
Baca Juga: Kasus DBD di Indonesia Kembali Meroket, Tembus 88 Ribu hingga Akhir April 2024
Dia menjelaskan, Bulog akan mengelola masuknya beras impor dengan memperhatikan daerah. Beras impor menurutnya akan dimasukkan melalui pelabuhan yang jauh dari daerah sentra produksi.
Kendati demikian, Bayu menegaskan bahwa impor juga bisa dihentikan jika ternyata di beberapa daerah yang merupakan sentra produksi mengalami pergeseran harga. "Kita lihat apakah harga terpengaruh akibat impor, kita bisa hentikan sewaktu-waktu," tegas Bayu.
Bayu kembali menekankan bahwa intinya impor harus dilakukan agar Indonesia memiliki stok yang cukup. "Karena nanti kalau semester kedua panennya tidak sebagus yang kita bayangkan, padahal misalnya pemerintah ingin melanjutkan program bantuan pangan, Bulog harus punya stoknya," jelasnya.
(fjo)
Lihat Juga :