Permintaan Snack Meningkat, Maxi Bangun Pabrik Ketiga di Kawasan Industri Kendal

Jum'at, 10 Mei 2024 - 15:08 WIB
Alasan lain, pengelola kawasan umumnya menyediakan berbagai program khusus yang memudahkan pelaku industri dan eksportir dalam melakukan pengembangan investasi.

Dijelaskan, rencana pembangunan pabrik akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, menyelesaikan konstruksi pada area seluas 1.6 hektar yang diproyeksikan rampung setahun ke depan, yakni Mei 2025. Pada tahap berikutnya, akan dibangun sisa area dari total 3,5 hektar lahan yang dimiliki.

“Kehadiran pabrik baru di Kawasan Industri Kendal, akan meningkatkan kapasitas produksi PT Maxindo hingga 3,5 kali lipat dari total produksi pabrik ke-1 dan 2 di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Adapun pembangunan pabrik tahap pertama diproyeksikan bakal menelan dana investasi sebesar Rp120 miliar,” sebut Sarkoro.

Hingga kini, PT Maxindo yang berkiprah sejak tahun 1977 telah mengekspor produk makanan ringan ke lebih dari 30 negara di berbagai belahan dunia. Ini menunjukan Perseroan sudah sangat mapan dan berpengalaman sebagai salah satu eksportir makanan ringan yang sukses di Tanah Air.

Karenanya sebagai perusahaan yang telah lama berspesialisasi pada pengolahan bahan baku umbi-umbian tropis seperti singkong, ubi jalar, dan talas menjadi berbagai makanan ringan, PT Maxindo bertekad terus berinovasi dalam pengembangan produknya.

“Ke depan, tidak menutup kemungkinan perusahaan dapat mengembangkan berbagai produk pada lini yang berbeda serta lebih inovatif,” imbuhnya.

Perseroan menilai, meskipun kondisi perekonomian tengah mengalami tekanan penurunan daya beli konsumen akibat inflasi, namun hingga sekarang potensi pasar makanan ringan berbahan baku umbi-umbian masih terbuka cukup lebar. Lantaran keunikan dan kekhasannya, snack berbahan baku umbi-umbian tidak bisa digantikan dengan makanan ringan lain yang saat ini ada di pasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!