Jos Gandos! Ekspor Kopi Kerinci Tembus Pasar Eropa

Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:28 WIB
Saat ini, tambah Kasdi, kondisi eksisting nilai ekspor kopi tahun 2019 sebesar USD 883 juta dan ditargetkan mencapai USD 2,6 milyar pada tahun 2024. Saat ini, meski di tengah kondisi pandemi Covid 19, ekspor komoditas kopi ini cukup menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kopi meningkat 5,05% jika dibandingkan nilai ekspor pada periode Januari hingga Mei 2019. Pada periode Januari-Mei 2020 nilai ekspor kopi mencapai angka USD 311,95, meningkat dari USD 296,96 pada periode yang sama tahun lalu. Demikian pula dengan volume ekspornya yang meningkat sebesar 31,15%, dari 96,57 ribu ton menjadi 127 ribu ton.

"Kondisi ini jangan menjadikan kita berpuas diri, Ditjen Perkebunan terus mendorong petani untuk terus memperbaiki kualitas produk sesuai permintaan pasar. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi kualitas, selain itu diperlukan penekanan pada prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dalam penanaman sampai panen kopi, dan pascapanen," tegas Kasdi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian Dedi Junaedi menambahkan, Jambi memiliki potensi untuk mengekspor komoditas hasil perkebunan. Selain kopi, ada komoditas kayu manis yang banyak dibutuhkan negara-negara di Eropa. Secara kekhasan, kopi dan kayu manis Kerinci sudah diakui melalui sertifikasi Indikasi Geografis (IG) di tahun 2017 dan 2016. "Tantangan pengembangan kopi ke depan tidak hanya persoalan produksi, produktivitas dan mutu, tetapi bagaimana bisa menciptakan produk bernilai tambah dan mengefisienkan rantai pasok," ucapnya.

Baca Juga: Mendag: Kopi Indonesia Istimewa, Mampu Bersaing di Pasar Global

Menurutnya, ekspor kali ini akan menjadi tonggak penting tentang efisiensi rantai produksi dan pemasaran dari produsen atau kelompok tani, langsung kepada pembeli. Ke depan, Dedi berharap para eksportir juga memperhatikan aspek-aspek lingkungan, Good Agricultural Practices (GAP), ketelusuran, standar organic product dan penerapan standar lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!