Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa

Senin, 20 Mei 2024 - 13:40 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Dok.
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menetapkan defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) 2025 sebesar 2,45-2,82% terhadap produk domestik bruto (PDB). APBN 2025 sengaja dirancang dengan defisit yang lebih lebar agar Presiden terpilih Prabowo Subianto bisa leluasa dalam pemanfaatan anggaran.

Rancangan ini tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Sidang Paripurna DPR, Senin (20/5/2024).



Baca Juga: Defisit APBN Bakal Melebar Imbas Perang Iran vs Israel, Ekonom Sentil Makan Siang Gratis

"Dengan demikian defisit fiskal 2025 diperkirakan 2,45% hingga 2,82% dari upaya untuk tutup defisit dilakukan dengan pembiayaan inovatif prudent dan sustain dengan kendalikan risiko utang pada batas yang manageable di level 37,98-38,7% PDB," papar Sri Mulyani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!