Dedolarisasi Membara! Morgan Stanley Ungkap 3 Alasan Dominasi Dolar AS Tak Akan Pudar

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:29 WIB
"Mata uang mana yang ingin Anda miliki ketika pasar saham global mulai turun, dan ekonomi global cenderung menuju resesi? Anda ingin memposisikan dalam dolar AS karena secara historis mempengaruhi nilai tukar terhadap peristiwa semacam itu," ungkap kepala strategi FX bank untuk pasar negara berkembang, James Lord dalam podcast pekan lalu seperti dilansir Business insider.

"Intinya, dolar menjadi Raja yang tidak memiliki penantang," ungkap Michael Zezas, kepala penelitian kebijakan publik AS.

3 faktor yang membuat dolar sebagai mata uang dominan di pasar keuangan:

1. Yuan tidak cukup likuid untuk menantang dolar

Yuan China oleh para pejabat di Beijing telah coba diposisikan sebagai penantang dolar di panggung dunia, namun para ekonomi menilainya tidak cukup likuid untuk benar-benar mengganggu dominasi greenback. Hal itu sebagian karena kontrol modal yang ketat oleh China pada mata uangnya, sehingga membatasi jumlah uang tunai yang dapat dibawa masuk dan keluar dari negara itu.

"Tampaknya tidak mungkin untuk menantang dolar AS secara berarti dalam waktu dekat. Untuk melakukannya, kami pikir China perlu melonggarkan kendali mata uangnya dan membuka rekening modal. Tampaknya Beijing tidak ingin melakukan ini dalam waktu dekat," kata Lord.

Selain itu kondisi ekonomi China menjadi pertanyaan, mengingat permintaan konsumen yang melorot dan krisis properti yang sedang berlangsung di negara tersebut.

"China mungkin membuat beberapa kemajuan dalam mendenominasi lebih banyak perdagangan bilateral dalam dolar AS, tetapi dampaknya terhadap metrik global dominasi mata uang kemungkinan akan bertambah," tambah Lord.

2. Kekhawatiran terhadap utang AS tidak akan mempengaruhi dolar

Kepercayaan terhadap dolar AS mulai memudar seiring meningkatnya kekhawatiran atas meningkatnya saldo utang AS. Pada tahun ini, pemerintah AS telah mengumpulkan utang lebih dari USD34 triliun untuk menyentuh rekor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!