China Membuka Awal Baru dengan Sekutu AS saat Perang Dagang Memanas
Rabu, 29 Mei 2024 - 10:43 WIB
Terlepas dari kesepakatan yang ditandatangani selama pembicaraan, pertemuan itu sendiri dipandang sebagai tanda kemajuan dalam hubungan antara tiga negara yang penuh dengan naik turun.
China dan Korea Selatan serta Jepang (yang bersekutu dengan AS) berusaha mengelola rasa saling tidak percaya di tengah persaingan antara Beijing dan Washington. Hubungan AS dan China diwarnai ketegangan atas Taiwan yang diperintah secara demokratis, yang diklaim China sebagai miliknya, dan program nuklir Korea Utara.
Yoon dan Kishida telah memetakan arah yang lebih dekat satu sama lain dan ke Washington, memulai kerja sama tiga arah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Amerika Serikat mengenai langkah-langkah militer dan lainnya.
Sementara itu Presiden AS Joe Biden telah meningkatkan hambatan impor China, menaikkan tarif pada berbagai impor China termasuk baterai kendaraan listrik (EV) dan chip komputer. Donald Trump, saingannya dalam pemilihan presiden di November, mendatang telah melayangkan tarif 60% atau lebih tinggi untuk semua produk China.
China dan Korea Selatan serta Jepang (yang bersekutu dengan AS) berusaha mengelola rasa saling tidak percaya di tengah persaingan antara Beijing dan Washington. Hubungan AS dan China diwarnai ketegangan atas Taiwan yang diperintah secara demokratis, yang diklaim China sebagai miliknya, dan program nuklir Korea Utara.
Yoon dan Kishida telah memetakan arah yang lebih dekat satu sama lain dan ke Washington, memulai kerja sama tiga arah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Amerika Serikat mengenai langkah-langkah militer dan lainnya.
Sementara itu Presiden AS Joe Biden telah meningkatkan hambatan impor China, menaikkan tarif pada berbagai impor China termasuk baterai kendaraan listrik (EV) dan chip komputer. Donald Trump, saingannya dalam pemilihan presiden di November, mendatang telah melayangkan tarif 60% atau lebih tinggi untuk semua produk China.
(akr)
Lihat Juga :