Tenggelamkan Dolar, Bank-bank China dan Rusia Kompak Bangun Sistem Anti-Barat

Rabu, 05 Juni 2024 - 13:51 WIB
Moskow dan China telah mempercepat upaya untuk beralih dari SWIFT ke perdagangan dengan menggunakan mata uang nasional masing-masing negara. FOTO/iStock
JAKARTA - Moskow dan Beijing mengembangkan sistem yang memungkinkan transaksi lintas batas tanpa menggunakan transaksi pesan keuangan Barat atau SWIFT, demikian diungkapkan oleh Komisaris Hak-hak Bisnis Presiden Rusia, Boris Titov. Sistem tersebut dibangun kedua negara menyikapi hasil dari konferensi internasional Rusia dan China bertajuk 'Kerjasama di Era Baru' yang diadakan di Moskow, pekan lalu.

Titov mengatakan, kedua negara telah mempercepat upaya untuk beralih dari SWIFT ke perdagangan dengan menggunakan mata uang nasional masing-masing negara. Banyak bank-bank regional telah mengganti sistem barat tersebut dengan chip analog China. "Sudah banyak yang menggantinya dengan CIPS analog China,” ujar Boris Titov dilansir dari Russian Today, Rabu (5/6/2024).



Dia menegaskan penggunaan sistem China untuk pembayaran dalam yuan akan terus berkembang. Moskow telah mempromosikan sistem pembayaran domestiknya sendiri sebagai alternatif yang dapat diandalkan untuk SWIFT sejak banyak bank di negara itu terputus dari jaringan keuangan Barat pada 2022 lalu.

Baca Juga: Panglima Militer Inggris: Putin Tak Ingin Perang Nuklir Lawan NATO
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!