Santrichain, Berawal dari Pesantren hingga Merambah Pasar Internasional
Kamis, 06 Juni 2024 - 06:15 WIB
“Tentunya andalan kami ada Sate Tegal, Sop Kambing, dan Bakso yang memang menjadi simbol cita rasa nusantara,” tambah CEO PT Digdaya Pesantren Indonesia (Santrichain), Ahmad Luthfi.
Baca Juga: Bos BI Ungkap 3 Syarat Kembangkan Ekonomi Pesantren
Pemilihan lokasi yang sangat strategis juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi keberlangsungan bisnis ini. “Masing-masing resto tersebar di beberapa tempat di Jarwal dan Syisyah. Tepatnya di Tayeb Hotel dan Burj Suro Man Roaa Hotel bernama “Dapur Sunda JMP” sementara yang lain di Zaer Jarwal Hotel, Alzaer Garwal Hotel, dan Ather Premium Feeling Hotel dengan nama “Kedai Nusantara”,” pungkas Luthfi.
Melalui ekspansi bisnis yang terus-menerus, Santrichain kini menancapkan simbol kedigdayaan pesantren dengan merambah ke pasar internasional. “Langkah ini bukan hanya sekadar perluasan geografis, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Santrichain tidak hanya menjadi penggerak di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional. Dalam hal ini, Santrichain tidak hanya menciptakan dampak positif bagi pesantren lokal, tetapi juga menjadi teladan bagi inovasi dan keberlanjutan di skala global,” terang Luthfi.
Luthfi menjelaskan saat ini sudah ada 1.000 pesantren yang menjadi mitra strategis dan 400 pesantren yang mendapatkan dampak langsung dari Santrichain.
Baca Juga: Bos BI Ungkap 3 Syarat Kembangkan Ekonomi Pesantren
Pemilihan lokasi yang sangat strategis juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi keberlangsungan bisnis ini. “Masing-masing resto tersebar di beberapa tempat di Jarwal dan Syisyah. Tepatnya di Tayeb Hotel dan Burj Suro Man Roaa Hotel bernama “Dapur Sunda JMP” sementara yang lain di Zaer Jarwal Hotel, Alzaer Garwal Hotel, dan Ather Premium Feeling Hotel dengan nama “Kedai Nusantara”,” pungkas Luthfi.
Melalui ekspansi bisnis yang terus-menerus, Santrichain kini menancapkan simbol kedigdayaan pesantren dengan merambah ke pasar internasional. “Langkah ini bukan hanya sekadar perluasan geografis, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Santrichain tidak hanya menjadi penggerak di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional. Dalam hal ini, Santrichain tidak hanya menciptakan dampak positif bagi pesantren lokal, tetapi juga menjadi teladan bagi inovasi dan keberlanjutan di skala global,” terang Luthfi.
Luthfi menjelaskan saat ini sudah ada 1.000 pesantren yang menjadi mitra strategis dan 400 pesantren yang mendapatkan dampak langsung dari Santrichain.
Lihat Juga :