Sukses Dedolarisasi, Putin Sebut 40% Perdagangan Rusia Kini Gunakan Rubel

Sabtu, 08 Juni 2024 - 21:49 WIB
Baca Juga: Demi Bebaskan 4 Sandera, Tentara Israel Bunuh 50 Warga di Gaza Tengah

Negara-negara Barat telah berupaya memotong perekonomian Rusia yang bernilai USD2 triliun sebagai respons terhadap operasi militer Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, perekonomian Rusia tak bergeming, bahkan diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan negara-negara maju lainnya pada tahun ini, meski di tengah hujan sanksi Barat.

Dalam Outlook Ekonomi Dunia pada bulan April, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh sebesar 3,2% pada tahun 2024, melebihi perkiraan tingkat ekspansi AS sebesar 2,7%. Sementara, Jerman, Prancis dan Inggris diperkirakan akan mencatat pertumbuhan ekonomi kurang dari 1%.

Rusia menyatakan bahwa sanksi Barat terhadap industri-industri penting di negaranya telah membuat negara itu lebih mandiri dan konsumsi swasta serta investasi dalam negeri lebih tangguh. Ekspor minyak dan komoditas ke negara-negara seperti India dan China pun memungkinkan Moskow mempertahankan pendapatan ekspor yang kuat.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!