China dan AS Masih Menjadi Raja Ekonomi Digital Global
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 15:36 WIB
Terkait industri digital saat ini, yang terjadi bukanlah persaingan antara negara maju dan negara-negara berkembang, tetapi justru hanya terkonsentrasi di dua negara. Foto/Dok
JAKARTA - Perkembangan teknologi kian memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari, terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda di triwulan pertama tahun ini yang memaksa semua orang membatasi aktivitas di luar rumah. Hal tersebut kemudian menciptakan peluang yang menjanjikan bagi ekonomi digital , membuat setiap negara berlomba-lomba untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang mumpuni.
Terkait industri digital saat ini, yang terjadi bukanlah persaingan antara negara maju dan negara-negara berkembang, tetapi justru hanya terkonsentrasi di dua negara AS dan China. Berdasarkan Digital Economy Report 2019 oleh UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), AS dan Tiongkok menguasai sekitar 90% nilai pasar dari 70 platform digital terbesar di dunia dan memiliki sekitar 75% dari semua paten terkait dengan teknologi blockchain.
(Baca Juga: Awas, Lobi Keuangan Raksasa Digital Bisa Bikin Gojek Cs Terpental )
Selain itu, mereka juga bertanggung jawab atas sekitar 50% pengeluaran global untuk Internet of Things (IoT) dan mendominasi 75% pasar komputasi awan. Lalu, apa yang bisa dilakukan negara lain untuk meruntuhkan pertahanan duopoli digital yang kian berkuasa ini?
Terkait industri digital saat ini, yang terjadi bukanlah persaingan antara negara maju dan negara-negara berkembang, tetapi justru hanya terkonsentrasi di dua negara AS dan China. Berdasarkan Digital Economy Report 2019 oleh UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), AS dan Tiongkok menguasai sekitar 90% nilai pasar dari 70 platform digital terbesar di dunia dan memiliki sekitar 75% dari semua paten terkait dengan teknologi blockchain.
(Baca Juga: Awas, Lobi Keuangan Raksasa Digital Bisa Bikin Gojek Cs Terpental )
Selain itu, mereka juga bertanggung jawab atas sekitar 50% pengeluaran global untuk Internet of Things (IoT) dan mendominasi 75% pasar komputasi awan. Lalu, apa yang bisa dilakukan negara lain untuk meruntuhkan pertahanan duopoli digital yang kian berkuasa ini?
Lihat Juga :