Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:45 WIB
"Dikala itu, yang terjadi adalah ketegangan geopolitik sehingga meningkatkan premi risiko. Jadi begini, nilai tukar rupiah, saya ulangi lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental," sambung Perry.

Baca Juga: Rupiah di Kisaran Rp16.000/USD, Bos BI Perry Warjiyo: Gak Usah Kaget dan Bingung

Adapun faktor fundamental yang dimaksud adalah perbedaan inflasi dalam dan luar negeri, pertumbuhan ekonomi dalam dan luar negeri, perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri yang disebut sebagai imbal hasil, serta defisit transaksi berjalan.

"Selama ini kita meyakini, kalau melihat fundamental kita, (nilai tukar Rupiah) bisa lebih rendah dari Rp16 ribu. Inflasi kita rendah 2,8% dibandingkan Amerika Serikat (AS) yang tinggi, negara-negara lain juga tinggi," ungkap Perry.

Yang kedua, tambah Perry, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5,1% juga relatif baik. Demikian juga current account masih surplus, dimana tahun ini defisitnya rendah 0,1-0,9% dari PDB. Imbal hasil juga menarik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!