MNC Energy Targetkan Cadangan Batubara Tembus 500 Juta MT di Akhir 2024
Rabu, 26 Juni 2024 - 14:06 WIB
Kemudian PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal dari 590 ribu MT menjadi 1,7 juta MT serta penyesuaian produksi PT Indonesia Batu Prima Energui dari 655 ribu MT ke 498 ribu MT. Katanya, BCR juga akan memulai produksi tambang milik pT Arthaco Prima Energy sebesar 73 ribu MT.
"Disamping itu perseoan juga menjalankan bisnis dasar kontraktor penambangan, charter pesawat terbang, minyak dan gas serta infrastruktur untuk penunjang dan efisiensi bisnis utama perseroan," imbuh Suryo.
Dikatakan Suryo, upaya peningkatan nilai bisnis perseroan dan anak-anak perusahaannya terus dilakukan. Secara organik, BCR terus fokus meningkatkan produksi pada IUP yang telah beroperasi dan memulai produksi di IUP Baru.
Lalu secara inorganik, perseroan akan terus mencari peluang akuisisi tambang baru baik batubara maupun mineral lainnya seperti emas dan nikel serta menakar prospek lain yang berkaitan dengan energi terbarukan.
"Selain itu, perseroan akan terus berevolusi guna meningkatkan sinergi dan efektifitas di semua lini bisnis. Perseroan berencana untuk terjun di usaha logistik dan transportasi, trading, dan lain sebagainya," pungkas Suryo.
"Disamping itu perseoan juga menjalankan bisnis dasar kontraktor penambangan, charter pesawat terbang, minyak dan gas serta infrastruktur untuk penunjang dan efisiensi bisnis utama perseroan," imbuh Suryo.
Dikatakan Suryo, upaya peningkatan nilai bisnis perseroan dan anak-anak perusahaannya terus dilakukan. Secara organik, BCR terus fokus meningkatkan produksi pada IUP yang telah beroperasi dan memulai produksi di IUP Baru.
Lalu secara inorganik, perseroan akan terus mencari peluang akuisisi tambang baru baik batubara maupun mineral lainnya seperti emas dan nikel serta menakar prospek lain yang berkaitan dengan energi terbarukan.
"Selain itu, perseroan akan terus berevolusi guna meningkatkan sinergi dan efektifitas di semua lini bisnis. Perseroan berencana untuk terjun di usaha logistik dan transportasi, trading, dan lain sebagainya," pungkas Suryo.
(akr)
Lihat Juga :