Harita Nickel Berencana Buyback Saham Rp1 Triliun

Kamis, 27 Juni 2024 - 18:47 WIB
Dalam paparan publiknya, manajemen Harita Nickel juga memaparkan kinerja operasional di mana pada kuartal I-2024, produksi tambang mencapai 5,88 juta wet metric ton (wmt), meningkat 38% dari periode yang sama di tahun sebelumya. Produksi berasal dari 2 tambang yang telah beroperasi yakni PT TBP dan PT GPS. Sementara, tiga tambang lainnya yakni PT JMP, PT OAM dan PT GTS masih dalam tahap eksplorasi. Adapun penjualan bijih nikel tercatat sebanyak 3,61 juta mwt, atau meningkat 30% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Profil Muhammad Salah, Komandan Brigade Al-Qassam yang Tewas Dirudal Israel

Direktur Keuangan Harita Nickel Suparsin Darmo Liwan mengatakan, sepanjang tahun 2024 perseroan menargetkan alokasi capex hingga USD70 juta. Perseroan, kata dia, telah merealisasikan belanja modal senilai USD10-15 juta di kuartal I-2024. "Jadi masih in line, kami total capex di kuartal I sebesar USD10 juta sampai USD15 juta," kata Suparsin.

Dia menambahkan, pada kuartal I-2024, Harita Nickel mencatatkan pendapatan (unaudited) sebesar Rp6,03 triliun, atau meningkat 26% (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp4,78 triliun. Pada periode ini, laba bersih (unaudited) perseroan tercatat sebesar Rp1,01 triliun, turun 27% (yoy) dibandingkan yang periode sama tahun sebelumnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!