Diberondong Sanksi Barat, Rusia Bukannya Bangkrut tapi Malah Kaya Raya

Selasa, 02 Juli 2024 - 13:05 WIB
Lonjakan ekonomi tersebut terjadi setelah AS dan sekutunya menjatuhkan ribuan sanksi terhadap Rusia terkait konflik Ukraina, dan secara terbuka menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk menghancurkan ekonomi Rusia dan memprovokasi perubahan rezim di Moskow.

Untuk dapat dianggap sebagai negara berpenghasilan tinggi, sebuah negara harus memiliki GNI lebih dari USD14.005 disesuaikan dari USD13.845 untuk tahun fiskal sebelumnya. Penyesuaian ini bergantung pada rata-rata tertimbang dari PDB China, Jepang, Inggris, AS, dan Zona Euro. Klasifikasi pendapatan seharusnya mencerminkan tingkat pembangunan suatu negara, dengan menggunakan GNI sebagai indikator kapasitas ekonomi yang tersedia secara luas.

Baca Juga: Terjebak Utang Negara-negara Barat, Ukraina Terancam Bangkrut

Angka-angka Bank Dunia juga menunjukkan tren pembangunan di Asia Selatan dan Amerika Latin dan Karibia, sementara Timur Tengah dan Afrika Utara lebih buruk pada 2023 dibandingkan tahun 1987. Sebaliknya, Eropa dan Asia Tengah meningkat dari 71% negara berpenghasilan tinggi pada 1987 menjadi 69% pada tahun fiskal yang lalu.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!