Dolar AS dalam Bahaya, 52% Perdagangan China Diselesaikan dengan Yuan

Jum'at, 05 Juli 2024 - 07:40 WIB
Perkembangan ini mengkhawatirkan, dan jika anggota BRICS lainnya mengikuti jejak China, dolar AS akan berada dalam bahaya. Dolar AS tumbuh subur karena penawaran dan permintaan dan jika mata uang lokal digunakan dalam transaksi maksimum maka mata uang ini akan mulai menurun di pasar valas.

Selain itu, China menunjukkan kepada negara-negara BRICS dan dunia bahwa langkah pertama dalam dedolarisasi adalah mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Melansir Watcher Guru, pada 2010 lalu, 84% perdagangan di China diselesaikan dalam dolar AS dan 0,3% dalam yuan Tiongkok. Keadaan berbalik pada tahun 2024 setelah aliansi BRICS memulai inisiatif dedolarisasi.

Baca Juga: Putin dan Erdogan Kompak Buang Dolar, Bidik Kerja Sama Dagang Rp1.600 T

Tidak hanya China, bahkan rekan BRICS-nya, Rusia juga semakin banyak menggunakan yuan China untuk transaksi lintas batas. Mata uang lokal bertujuan untuk berada di kursi pengemudi ekonomi dengan mendorong dolar AS di kursi belakang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!