Erick Thohir: Bio Farma dan Kimia Farma Tidak Jago Kandang
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 23:43 WIB
Sementara itu terkait kunjungannya bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi ke Uni Emirat Arab (UEA), Erick menyebut Indonesia terus menjaga kerja sama bilateral di sektor kesehatan, energi, dan pangan dengan UEA dalam kerangka kepentingan bersama. (Baca juga: UEA: Beberapa Negara Arab Sedang Melakukan Pembicaraan dengan Israel )
Bahkan, di sektor kesehatan, Erick menegaskan bahwa perusahaan farmasi dalam negeri seperti Kimia Farma dan Bio Farma tidak 'jago kandang' melainkan dapat dijadikan mitra kerja sama yang baik.
Dia bilang, kedua perusahaan farmasi pelat merah itu dapat memproduksi bahan kesehatan yang dapat didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia dan negara mitra Indonesia.
"Karena itu, kalau kita lihat pada saat ini Bio Farma dan Kimia Farma yang kita sekarang lakukan kerja sama, setelah kemarin Bio Farma. Disinilah kita memastikan bahwa transformasi dari pada industri kesehatan indonesia tidak jago kandang tapi menjadi partner yang baik dalam menjaga distribusi, baik dalam negeri dan distribusi atas produk produk Indonesia di luar negeri," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Erick melakukan kunjungan kerja ke China. Lawatan tersebut untuk memastikan soal kerja sama pembuatan vaksin Covid-19 temuan Sinovac yang akan diproduksi di Indonesia.
Bahkan, di sektor kesehatan, Erick menegaskan bahwa perusahaan farmasi dalam negeri seperti Kimia Farma dan Bio Farma tidak 'jago kandang' melainkan dapat dijadikan mitra kerja sama yang baik.
Dia bilang, kedua perusahaan farmasi pelat merah itu dapat memproduksi bahan kesehatan yang dapat didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia dan negara mitra Indonesia.
"Karena itu, kalau kita lihat pada saat ini Bio Farma dan Kimia Farma yang kita sekarang lakukan kerja sama, setelah kemarin Bio Farma. Disinilah kita memastikan bahwa transformasi dari pada industri kesehatan indonesia tidak jago kandang tapi menjadi partner yang baik dalam menjaga distribusi, baik dalam negeri dan distribusi atas produk produk Indonesia di luar negeri," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Erick melakukan kunjungan kerja ke China. Lawatan tersebut untuk memastikan soal kerja sama pembuatan vaksin Covid-19 temuan Sinovac yang akan diproduksi di Indonesia.
Lihat Juga :