Ekonomi Rusia Ditopang Perang Ukraina, Menang atau Kalah Bukan Pilihan

Kamis, 11 Juli 2024 - 08:38 WIB
Di sisi lain beberapa sektor dari ekonomi Rusia mengalami tekanan di tengah perang berkepanjangan. Moskow dikecam saat mengalami kekurangan tenaga kerja yang parah, saat para profesional muda melarikan diri dari negara itu atau ditarik ke dalam konflik.

Rusia saat ini disebut kekurangan sekitar 5 juta pekerja, menurut salah satu proyeksi, hingga berdampak pada melonjaknya upah. Inflasi di Rusia sangat tinggi pada level 7,4% atau hampir dua kali lipat dari target bank sentral di angka 4%.

Sementara itu investasi langsung di Rusia telah runtuh, dengan penurunan hingga USD8,7 miliar dalam tiga kuartal pertama tahun 2023, menurut data dari bank sentral Rusia.

Kondisi semua itu menempatkan Kremlin dalam posisi yang sulit, tidak peduli hasil perang di Ukraina. Bahkan jika Rusia menang, negara itu diyakini bakal kesulitan dalam membangun kembali dan mengamankan Ukraina. Selain butuh biaya besar, dampak dari sanksi Barat juga dipastikan terus berlanjut yang membuatnya tetap terisolasi dari pasar global.

Negara-negara Barat memilih menghindari perdagangan dengan Rusia sejak menginvasi Ukraina pada 2022, yang menurut para ekonom dapat sangat menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang Moskow.

Selama tetap terisolasi, "harapan terbaik" Rusia adalah menjadi "sepenuhnya tergantung" pada China, salah satu dari sedikit sekutu strategisnya yang tersisa, kata Foucart.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!