Perang Dagang China-Eropa Memanas, Pebisnis Barang Mewah Asal Prancis Teriak Jadi Korban
Jum'at, 12 Juli 2024 - 07:26 WIB
Baca Juga: Sekjen NATO: China Memicu Perang di Eropa
"Setiap kali ada peluru nyasar dalam konflik perdagangan di suatu tempat, maka ada kemungkinan besar bahwa kami akhirnya harus bernegosiasi. Harus menjelaskan bahwa kita tidak melakukan dumping, bahwa harga cognac sudah sesuai ketentuan," kata Guiony.
Hal itu diutarakan dalam sebuah panel konferensi ekonomi tentang perdagangan pada konferensi ekonomi di kota Aix-en-Province, Prancis selatan. Untuk diketahui brand merek LVMH memproduksi produk dari kulit, pakaian, minuman keras, dan sampanye yang sebagian besar berada di Prancis dan Italia.
Adapun industri cognac, dengan Hennessy sebagai pemain kunci, menjadi sangat penting bagi China. Sebab, cognac Prancis menyumbang sebagian besar impor brendi China.
Hennessy dan produsen cognac Eropa lainnya dijadwalkan bakal menghadiri sidang tentang penyelidikan anti-dumping industri China di Beijing pada 18 Juli, mendatang seperti dilaporkan Reuters pada akhir pekan kemarin.
"Setiap kali ada peluru nyasar dalam konflik perdagangan di suatu tempat, maka ada kemungkinan besar bahwa kami akhirnya harus bernegosiasi. Harus menjelaskan bahwa kita tidak melakukan dumping, bahwa harga cognac sudah sesuai ketentuan," kata Guiony.
Hal itu diutarakan dalam sebuah panel konferensi ekonomi tentang perdagangan pada konferensi ekonomi di kota Aix-en-Province, Prancis selatan. Untuk diketahui brand merek LVMH memproduksi produk dari kulit, pakaian, minuman keras, dan sampanye yang sebagian besar berada di Prancis dan Italia.
Adapun industri cognac, dengan Hennessy sebagai pemain kunci, menjadi sangat penting bagi China. Sebab, cognac Prancis menyumbang sebagian besar impor brendi China.
Hennessy dan produsen cognac Eropa lainnya dijadwalkan bakal menghadiri sidang tentang penyelidikan anti-dumping industri China di Beijing pada 18 Juli, mendatang seperti dilaporkan Reuters pada akhir pekan kemarin.
Lihat Juga :