Sanksi Barat terhadap Minyak Rusia Bikin Putin dan Modi Lebih Dekat

Minggu, 14 Juli 2024 - 21:07 WIB
"Secara komersial, Rusia tidak pandai membuat banyak hal, tetapi memang memiliki sumber daya alam, dan memang memiliki tradisi nuklir yang kuat sejak zaman Soviet, dan itu adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan sekarang," ujar Elisabeth Braw, seorang rekan senior dalam Dewan Atlantik Transatlantik seperti dilansir CNN.

"Jelas Kremlin telah memutuskan itu akan menjadi ide yang bagus, dan beberapa negara ingin memperluas produksi tenaga nuklir mereka sendiri. Dan seperti halnya ekspor minyak, India adalah salah satu dari negara-negara tersebut," bebernya.

Dominasi dalam tenaga nuklir membantu Putin mempertahankan posisinya di panggung dunia, bahkan ketika AS dan Eropa menghindarinya selama perang. Dan Modi jelas berpegang teguh pada tradisi kebijakan luar negeri non-blok India yang memungkinkannya berdagang dengan Rusia sambil tetap menjadi teman Barat.

Persahabatan Rusia dan India sepertinya bakal terus terjadi. Apalagi dengan memperdalam kerja sama nuklir dengan enam pembangkit lagi hanya akan mengikat kedua negara selama beberapa dekade mendatang.

Pembangkit itu sendiri bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk dibangun, tetapi mereka juga membutuhkan perawatan rutin, peningkatan teknologi, dan pengisian bahan bakar terus-menerus dengan uranium, yang banyak dimiliki Rusia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!