Sektor Gaya Hidup Menggeliat, LPKR Tangkap Peluang Bisnis Hotel dan Mal
Selasa, 16 Juli 2024 - 12:44 WIB
Tingkat okupansi hotel juga diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya aktivitas offline, baik acara bisnis maupun kegiatan sehari-hari. Colliers memprediksi okupansi hotel di Jakarta pada tahun 2024 mencapai 65,6% dari Kuartal I 2024 sebesar 62,4%. Tarif kamar turut diperkirakan akan meningkat menyusul tren pertumbuhan okupansi. Rata-rata tarif kamar diprediksi naik menjadi USD68,3 pada akhir tahun 2024 dari USD67,6 pada Kuartal I 2024.
Menurut Colliers Indonesia, tren positif juga semakin terlihat di sektor ritel. Dengan lalu lintas pejalan kaki yang terus meningkat, banyak pemilik mal bersiap untuk mengoptimalkan operasional dan fasilitas. Seperti diketahui, selain berbelanja, mal saat ini telah menjadi tempat berkumpul dan gaya hidup masyarakat.
Pengalaman bersantap dan hiburan sangat menarik dan berfungsi sebagai daya tarik bagi pengunjung. Hal ini mengharuskan pemilik mal untuk tetap kreatif dan beradaptasi dengan tren yang terus berubah. Baca juga: Podcast Aksi Nyata, Alber Jonas Bocorkan Hal Paling Dasar Bangun Bisnis Hotel
Permintaan dari peritel diperkirakan naik menjadi 283.072 meter persegi pada akhir tahun 2024 dibandingkan dengan Kuartal II 2024 sebesar 31.723 meter persegi. Bersamaan dengan itu, tarif sewa diperkirakan meningkat stabil. Pada akhir tahun 2024, tarif sewa diperkirakan naik menjadi Rp499.102 dari Kuartal II 2024 senilai Rp475.874.
Salah satu pengembang yang menyambut pertumbuhan bisnis mal adalah LPKR. Menurut data Colliers, LPKR sedang mengembangkan Lippo Mall East Side (tergabung dalam Holland Village) Cempaka Putih di Jakarta Pusat. Luas mal mencapai 44.000 meter persegi.
Menurut Colliers Indonesia, tren positif juga semakin terlihat di sektor ritel. Dengan lalu lintas pejalan kaki yang terus meningkat, banyak pemilik mal bersiap untuk mengoptimalkan operasional dan fasilitas. Seperti diketahui, selain berbelanja, mal saat ini telah menjadi tempat berkumpul dan gaya hidup masyarakat.
Pengalaman bersantap dan hiburan sangat menarik dan berfungsi sebagai daya tarik bagi pengunjung. Hal ini mengharuskan pemilik mal untuk tetap kreatif dan beradaptasi dengan tren yang terus berubah. Baca juga: Podcast Aksi Nyata, Alber Jonas Bocorkan Hal Paling Dasar Bangun Bisnis Hotel
Permintaan dari peritel diperkirakan naik menjadi 283.072 meter persegi pada akhir tahun 2024 dibandingkan dengan Kuartal II 2024 sebesar 31.723 meter persegi. Bersamaan dengan itu, tarif sewa diperkirakan meningkat stabil. Pada akhir tahun 2024, tarif sewa diperkirakan naik menjadi Rp499.102 dari Kuartal II 2024 senilai Rp475.874.
Salah satu pengembang yang menyambut pertumbuhan bisnis mal adalah LPKR. Menurut data Colliers, LPKR sedang mengembangkan Lippo Mall East Side (tergabung dalam Holland Village) Cempaka Putih di Jakarta Pusat. Luas mal mencapai 44.000 meter persegi.
(poe)
Lihat Juga :