Impor Turun Tajam, Mendag: Bikin Neraca Dagang RI Surplus
Senin, 24 Agustus 2020 - 07:33 WIB
Penurunan impor ini dipicu melemahnya impor seluruh jenis barang. Impor barang modal turun 19 persen, impor barang konsumsi turun 7,2 persen dan bahan baku atau penolong turun 18 persen. Selain itu, penurunan impor merupakan dampak dari terganggunya rantai nilai global sebagai akibat pandemi Covid-19.
"Penurunan impor juga terjadi seiring dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 sehingga banyak aktivitas industri yang umumnya membutuhkan bahan baku penolong maupun barang modal asal impor terpaksa dihentikan," ujar dia, di Jakarta, Senin (24/8/2020).
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Mendag Optimistis Sektor Perdagangan Lekas Pulih
Dia menyampaikan, pernurunan impor mengakibatkan neraca perdagangan surplus. Secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Juli 2020 surplus USD 8,7 miliar.Adapun capaian pada semester pertama 2020 lebih baik dari periode yang sama tahun 2019 yang mengalami defisit USD 2,2 miliar. "Perbaikan neraca perdagangan ini dikarenakan terjadinya penurunan impor cukup tajam," tandas dia.
"Penurunan impor juga terjadi seiring dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 sehingga banyak aktivitas industri yang umumnya membutuhkan bahan baku penolong maupun barang modal asal impor terpaksa dihentikan," ujar dia, di Jakarta, Senin (24/8/2020).
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Mendag Optimistis Sektor Perdagangan Lekas Pulih
Dia menyampaikan, pernurunan impor mengakibatkan neraca perdagangan surplus. Secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Juli 2020 surplus USD 8,7 miliar.Adapun capaian pada semester pertama 2020 lebih baik dari periode yang sama tahun 2019 yang mengalami defisit USD 2,2 miliar. "Perbaikan neraca perdagangan ini dikarenakan terjadinya penurunan impor cukup tajam," tandas dia.
(nng)
Lihat Juga :