Ekonom Sebut Skandal Bapanas-Bulog Gate Berpotensi Bebani Devisa Negara
Jum'at, 19 Juli 2024 - 18:57 WIB
Dampak skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 akan membebani devisa negara. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra meyakini dampak skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 akan membebani devisa negara di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dihadapan dolar Amerika Serikat (AS). Gede menegaskan, kebijakan ugal-ugalan impor beras Bapanas dan Bulog pimpinan Arief Prasetyo Adi- Bayu Krisnamurthi tidak mengantarkan kebaikan untuk rakyat.
Demikian hal tersebut disampaikan Gede menanggapi skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate yang berpotensi membuat negara rugi hingga Rp8,5 triliun. "Banyaknya impor dengan kurs yang semakin lemah akan menguras devisa dan sekaligus mengurangi pertumbuhan ekonomi," tegas Gede, Jumat, (19/7/2024).
Baca Juga: Skandal Impor Beras Rp2,7 Triliun, DPR Akan Cek Pelabuhan dan Panggil Direksi Bulog
Gede pun menagih pertanggung jawaban dari Bapanas-Bulog terkait potensi terbebaninya devisa dan melambatnya pertumbuhan ekonomi imbas skandal mark up impor beras tersebut. Gede meminta Bapanas dan Bulog dapat bertanggung jawab dihadapan hukum. "Kalau memang terbukti jelas harus bertanggung jawab secara hukum ya," ungkap Gede.
Gede melanjutkan, Bapanas dan Bulog juga harus dapat menjawab secara gamblang tudingan dari keterlibatan dari skandal mark up dengan nilai kerugian mencapai Rp8,5 triliun tersebut. "Bulog dan Bapanas harus menjawab potensi mark up impor beras yang dituduhkan banyak pihak," jelasnya.
Demikian hal tersebut disampaikan Gede menanggapi skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate yang berpotensi membuat negara rugi hingga Rp8,5 triliun. "Banyaknya impor dengan kurs yang semakin lemah akan menguras devisa dan sekaligus mengurangi pertumbuhan ekonomi," tegas Gede, Jumat, (19/7/2024).
Baca Juga: Skandal Impor Beras Rp2,7 Triliun, DPR Akan Cek Pelabuhan dan Panggil Direksi Bulog
Gede pun menagih pertanggung jawaban dari Bapanas-Bulog terkait potensi terbebaninya devisa dan melambatnya pertumbuhan ekonomi imbas skandal mark up impor beras tersebut. Gede meminta Bapanas dan Bulog dapat bertanggung jawab dihadapan hukum. "Kalau memang terbukti jelas harus bertanggung jawab secara hukum ya," ungkap Gede.
Gede melanjutkan, Bapanas dan Bulog juga harus dapat menjawab secara gamblang tudingan dari keterlibatan dari skandal mark up dengan nilai kerugian mencapai Rp8,5 triliun tersebut. "Bulog dan Bapanas harus menjawab potensi mark up impor beras yang dituduhkan banyak pihak," jelasnya.
Lihat Juga :