Mendesak! Indonesia Butuh Impor LNG Guna Memenuhi Permintaan Gas Domestik

Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:53 WIB
Infrastruktur yang ada saat ini (Arun Regas, FSRU Lampung, FSRU Nusantara Regas, FSRU Jawa 1, FSRU Karunia Dewata, dan FSRU Sulawesi Regas Satu) masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gas di tahun 2025. Ke depannya akan dibutuhkan tambahan infrastruktur untuk dapat memenuhi kebutuhan LNG yang terus meningkat.

Hal ini tergambar dari rencana PLN dalam rencana pengembangan infrastruktur LNG di seluruh Indonesia yang dalam hal ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia. Saat ini harga LNG impor dan domestik tidak memiliki disparitas yang tinggi. Produsen dalam negeri pun mulai menerapkan harga jual yang merefleksikan harga pasar LNG secara global. Dari sisi ini, impor LNG belum tentu akan menaikkan harga gas bumi di dalam negeri.

IndoPACIFIC LNG Summit 2024, yang diadakan pada 16-17 Juli 2024, di Hotel Sofitel di Nusa Dua, Bali, Indonesia, mengumpulkan lebih dari 150 pemimpin sektor gas dan LNG global untuk membahas peran kritis LNG dalam mencapai emisi nol bersih.

Acara ini mengeksplorasi isu-isu penting, termasuk kebijakan iklim, volatilitas harga, infrastruktur midstream, dan energi alternatif, yang membatasi pasar LNG global dan regional.

Sorotan utama termasuk pidato pembukaan tentang Pasar Energi dan LNG Global 2024-2025, Outlook Industri LNG Regional menuju Emisi Nol Bersih, dan Strategi Dekarbonisasi Jangka Panjang Chubu Electric di bawah Rencana Energi Jepang.

Diskusi panel membahas topik-topik seperti Dinamika Pasar LNG Jangka Pendek Global, Pasokan dan Permintaan LNG Masa Depan dalam Waktu yang Tidak Pasti, Optimisasi Rantai LNG, Masa Depan Pengiriman LNG Global, dan Peran Infrastruktur Midstream LNG dalam Mengisi Kesenjangan Permintaan Energi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!