Kehabisan Donor dari Barat, Ukraina Terlilit Utang Lebih Rp2.400 Triliun

Rabu, 31 Juli 2024 - 09:16 WIB
Dia pun mendatangi koleganya negara-negara Barat: "Ada defisit sebesar USD500 miliar hryvnia atau USD12,1 miliar dan ada solusi untuk menutupinya. Namun, kami juga berharap untuk tahun 2025 Anda akan memberikan jaminan keuangan yang cukup sehingga kami dapat membiayai anggaran tersebut."

Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan Ukraina, utang publik negara ini melonjak lebih dari USD1 miliar di bulan Juni, dengan total volume utang sekarang melebihi USD152 miliar atau setara Rp2.479 triliun. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Juni lalu telah merevisi pertumbuhan ekonomi Ukraina dengan royeksi produk domestik bruto tahun ini menjadi 2,5% dari perkiraan bulan April sebesar 3,2%, dengan alasan memburuknya sentimen di kalangan konsumen dan bisnis selama konflik dengan Rusia.

Baca Juga:Hanya dalam 6 Bulan, Ekspor Minyak Rusia ke China Tembus Rp816 Triliun

Lembaga pemeringkat kredit yang berbasis di Amerika Serikat, Fitch, minggu lalu juga menurunkan peringkat Ukraina ke dalam zona gagal bayar atas utang senilai USD20 miliar. Menurut lembaga ini, proses gagal bayar telah dimulai di Ukraina. Fitch juga memperkirakan bahwa utang pemerintah negara ini akan melonjak menjadi 92% dari PDB Ukraina tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!