6 Negara Arab yang Tertarik Gabung BRICS

Kamis, 08 Agustus 2024 - 14:31 WIB
Perekonomian Kuwait sangat bertumpu pada sektor minyak. Sektor minyak menyumbang sekitar 90% total penerimaan Pemerintah dan 95% total ekspor Kuwait.

Negara yang menjadi tujuan ekspor produk Kuwait adalah India, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Cina, Iraq, Qatar, Rusia, Oman, Pakistan Amerika dan Indonesia. Sedangkan Negara pengimpor Kuwait adalah Cina, Amerika, Emirat Arab, Jepang, Jerman, India, Saudi, Itali Korea, Perancis dan Indonesia.

5. Palestina



Pada akhir 2023, Palestina telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan blok BRICS bersama tujuh negara Arab: Aljazair, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Maroko.

Meskipun Palestina tidak diundang ke KTT Johannesburg pada bulan Agustus, lalu dan tidak termasuk di antara negara-negara yang akan segera bergabung dalam pertemuan tersebut, BRICS dapat membantu membawa – dan dalam beberapa hal sudah membawa – isu kenegaraan Palestina ke panggung internasional.

Meskipun dukungan BRICS terhadap Palestina bukanlah hal yang baru, namun konteks terkini menjadi hal yang baru seperti dilansir Aljazeera. Namun ada beberapa tantangan berat untuk membuat Palestina bergabung dalam blok BRICS yang digawangi China dan Rusia.

6. Tunisia



Tunisia juga menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS, meski belum mengajukan permohonan resmi. Meski begitu, permintaan tersebut terbilang mengejutkan, pasalnya negara ini terperosok dalam krisis ekonomi parah yang semakin memburuk sejak tahun 2021.

Utang nasional negara tersebut tahun 2020 mencapai 80% dari PDB, dan pemerintah Tunisia menghadapi krisis keuangan yang serius. Namun Tunisia enggan menerima persyaratan dan reformasi anggaran yang diberlakukan oleh pemberi pinjaman tradisional, terutama Dana Moneter Internasional (IMF).

Oleh karena itu, pemerintah Tunisia tampaknya bertekad untuk mencari bantuan dari organisasi alternatif, termasuk BRICS dan NDB-nya. Namun, tujuan bank tersebut adalah untuk memobilisasi sumber daya untuk proyek-proyek negara anggota – bukan untuk menopang pemerintah yang gagal.

Kita lihat saja apakah Tunisia berpeluang gabung bersama negara-negara berkembang utama. Ketertarikan negara Arab mencerminkan ambisi mereka untuk menjadi aktor penuh di arena global – dan bukannya hanya menonton dari pinggir lapangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!