Kejar Target Produksi Migas dan Transisi Energi, Pertamina Patra Niaga Gandeng SKK Migas
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 07:59 WIB
Acara ini dihadiri oleh Menteri ESDM Republik Indonesia, Arifin Tasrif, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan serta Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.
Baca Juga: Eksplorasi Migas di Indonesia Timur, Pemerintah Gandeng 2 Perusahaan China
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menekankan, bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendukung pencapaian target nasional di sektor hulu migas dan transisi energi berkelanjutan.
“Pertamina Patra Niaga siap menyediakan berbagai produk unggulan serta solusi dekarbonisasi yang dibutuhkan industri hulu migas. Jaringan distribusi kami akan mencakup seluruh KKKS, baik onshore maupun offshore, untuk memastikan pasokan yang efisien dan handal,” ujar Riva.
Riva juga menegaskan, komitmen perusahaan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan minimal 97% pada produk bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini mencerminkan dedikasi perusahaan dalam mendukung SKK Migas dan sektor hulu migas, serta memperkuat industri nasional untuk kemandirian energi Indonesia.
Baca Juga: Eksplorasi Migas di Indonesia Timur, Pemerintah Gandeng 2 Perusahaan China
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menekankan, bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendukung pencapaian target nasional di sektor hulu migas dan transisi energi berkelanjutan.
“Pertamina Patra Niaga siap menyediakan berbagai produk unggulan serta solusi dekarbonisasi yang dibutuhkan industri hulu migas. Jaringan distribusi kami akan mencakup seluruh KKKS, baik onshore maupun offshore, untuk memastikan pasokan yang efisien dan handal,” ujar Riva.
Riva juga menegaskan, komitmen perusahaan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan minimal 97% pada produk bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini mencerminkan dedikasi perusahaan dalam mendukung SKK Migas dan sektor hulu migas, serta memperkuat industri nasional untuk kemandirian energi Indonesia.
Lihat Juga :