Hary Tanoesoedibjo: Di Luar Negeri Pengaturan Terhadap Internet Asing Sudah Terjadi

Rabu, 26 Agustus 2020 - 15:35 WIB
Hary juga menjelaskan bahwa, MNC Media merupakan perusahaan yang model bisnisnya berbasis pada iklan. Karena itu, memaksimalkan dua platform yang dipunyai MNC adalah sebuah keharusan yang tetap dilakukan. Bahkan, salah satu sumber keuangan terbesar yang diperoleh perseroan berasal dari televisi dan ketiga media online yang dipunyai MNC Media.

Contoh yang konvensional iklan besar seperti apa, ya RCTI kalau untuk indonesia. Kalau konvensional platform, ya kita pertahankan dan kita besarkan adalah RCTI. Kemudian platform yang menghasilkan iklan besar untuk portal seperti iNews.id. Sindonews, dan Okezone porsi iklan yang masuk juga besar," kata dia.

Sebelumnya, dirinya menjelaskan, secara detail kinerja MNC Media selama satu semester tahun ini. Secara pendapatan bersih mengalami penurunan 8% menjadi Rp5,86 triliun. Namun pelemahan tersebut masih lebih baik dari rata-rata perusahaan lain di industri lainnya.

Kinerja perekonomian nasional mengalami pelemahan khususnya di kuartal kedua karena pandemi dan PSBB. "Banyak produksi konten yang tidak bisa dilakukan seperti acara Bedah Rumah dan Uang Kaget. Tapi kami masih lebih baik dibandingkan perusahaan lain di berbagai industri," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan kabar positif karena dari sisi iklan digital berhasil naik sebesar 26% meskipun iklan non-digital turun 14% menjadi Rp3,2 Triliun. Hal ini menurutnya masih wajar karena banyak pengiklan yang menahan belanja iklan karena penjualannya turun. Ini terjadi di seluruh negara kondisinya sama. Pemasukan dari konten tercatat turun 11% karena beberapa produksi tidak bisa jalan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!