Pemerintah Jor-joran Kasih Stimulus, Waspadai Efek Sampingnya
Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:11 WIB
"Di sini yang penting sebenarnya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas. Kalau tidak, stimulus ini hanya sekadar menambal kekurangan uang, tapi tidak menambah produktivitas," tambah David.
Dia mengatakan, dengan banyaknya dana yang digelontorkan, tentunya ada risiko inflasi. "Too much money chasing too few goods. Memang daya beli masyarakat bisa pulih dengan adanya stimulus, tapi kapasitas produksi belum pulih, sehingga ini akan mendorong konsumsi barang impor," terangnya. (Baca juga: Jokowi Siapkan Perpres Khusus Awasi Anggaran Impor Vaksin Corona )
Selain itu, ada risiko pelemahan kurs yang juga meningkat. Kelebihan suplai Rupiah bisa mendorong permintaan valas baik untuk impor, pembayaran utang luar negeri, atau spekulasi. "Ini juga bisa meningkatkan potensi vicious cycle akibat outflow dana asing dari obligasi," tutur David.
Dia mengatakan, dengan banyaknya dana yang digelontorkan, tentunya ada risiko inflasi. "Too much money chasing too few goods. Memang daya beli masyarakat bisa pulih dengan adanya stimulus, tapi kapasitas produksi belum pulih, sehingga ini akan mendorong konsumsi barang impor," terangnya. (Baca juga: Jokowi Siapkan Perpres Khusus Awasi Anggaran Impor Vaksin Corona )
Selain itu, ada risiko pelemahan kurs yang juga meningkat. Kelebihan suplai Rupiah bisa mendorong permintaan valas baik untuk impor, pembayaran utang luar negeri, atau spekulasi. "Ini juga bisa meningkatkan potensi vicious cycle akibat outflow dana asing dari obligasi," tutur David.
(ind)
Lihat Juga :