Ekspor 100 Ton Bawang Goreng ke Malaysia, Mendag: Jaga Neraca Dagang Tetap Surplus
Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:07 WIB
Mendag menyampaikan, Kemendag mengapresiasi upaya keras pelaku bisnis, seperti PT Inti Sumber Citra Rasa dari Sumatra Utara yang terus melakukan inovasi pengembangan produk ekspor di masa pandemi. "Hal ini membuktikan bahwa industri di dalam negeri masih memiliki peluang peningkatan ekspor di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19," tandas dia.
Dia menjelaskan, kunci keberhasilan PT Inti Sumber Citra Rasa adalah kemampuannya memberikan nilai tambah disesuaikan dengan standar halal dan kesehatan. Selain itu, perusahaan ini mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan selera konsumen di pasar global. Bawang merah goreng ini dikemas dengan baik dan menggunakan merek lokal ‘Mamamia’.
Mendag menyampaikan, untuk menjaga neraca perdagangan, Kemendag telah menerapkan kebijakan peningkatan ekspor yang berbasis hilirisasi komoditas. Salah satunya adalah pengolahan komoditas bawang merah menjadi bawang merah goreng guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar global dan semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pelaku bisnis, khususnya pelaku UMKM, untuk terus mengembangkan produk ekspor yang bernilai tambah sehingga mampu menciptakan banyak lapangan kerja.
Sejak 2017, Indonesia berhasil meningkatkan produksi dan swasembada bawang merah sehingga tidak lagi mengimpor. Bahkan tren ekspor komoditas ini mengalami kenaikan rata-rata 39,38 persen selama periode 2015-2019. Hal ini menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditas unggulan dalam memperkuat neraca perdagangan Indonesia.
Baca Juga: Ini Strategi Kementerian Perdagangan Dongkrak Ekspor Nasional
Dia menjelaskan, kunci keberhasilan PT Inti Sumber Citra Rasa adalah kemampuannya memberikan nilai tambah disesuaikan dengan standar halal dan kesehatan. Selain itu, perusahaan ini mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan selera konsumen di pasar global. Bawang merah goreng ini dikemas dengan baik dan menggunakan merek lokal ‘Mamamia’.
Mendag menyampaikan, untuk menjaga neraca perdagangan, Kemendag telah menerapkan kebijakan peningkatan ekspor yang berbasis hilirisasi komoditas. Salah satunya adalah pengolahan komoditas bawang merah menjadi bawang merah goreng guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar global dan semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pelaku bisnis, khususnya pelaku UMKM, untuk terus mengembangkan produk ekspor yang bernilai tambah sehingga mampu menciptakan banyak lapangan kerja.
Sejak 2017, Indonesia berhasil meningkatkan produksi dan swasembada bawang merah sehingga tidak lagi mengimpor. Bahkan tren ekspor komoditas ini mengalami kenaikan rata-rata 39,38 persen selama periode 2015-2019. Hal ini menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditas unggulan dalam memperkuat neraca perdagangan Indonesia.
Baca Juga: Ini Strategi Kementerian Perdagangan Dongkrak Ekspor Nasional
Lihat Juga :