Manfaatkan Biomassa, PLTU Jeranjang Tekan Emisi dan Berkontribusi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Lombok

Jum'at, 06 September 2024 - 07:36 WIB
"Kami memanfaatkan apa saja yang bisa dijadikan bahan baku biomassa untuk menjalankan program cofiring yang bisa meningkatkan porsi energi baru terbarukan pada sektor kelistrikan," kata Edwin, Jumat (6/9/2024).

Dalam menjalankan program cofiring di PLTU Jeranjang, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jeranjang telah memanfaatkan beragam limbah mulai dari woodchip, serbuk kayu atau sawdust, hasil olahan sampah atau solid recovered fuel (SRF) dan Limbah Racik Uang Kertas (LURK).

"Bahan baku biomassa tersebut kami peroleh dari sekitar PLTU Jeranjang yang sebagian besar tidak dimanfaatkan sebelumnya," tutur Edwin.

Edwin mengungkapkan, program cofiring pada PLTU Jeranjang sudah dilaksanakan sejak 2019 diawali tahapan uji coba bakar SRF kemudian terus berkembang dengan memanfaatkan beragam jenis biomassa, saat ini porsi konsumsi biomassa pada PLTU Jeranjang telah mencapai lebih dari 3 ribu ton per bulan atau 2,5 persen dari total konsumsi batu bara pembangkit tersebut.

"Secara akumulatif total konsumsi biomassa PLTU Jeranjang sepanjang 2024 sampai dengan Agustus ini mencapai 15.796 ton, kami berupaya terus meningkatkan penggunaan biomassa untuk mengoptimalkan pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari pembakaran batu bara," ujar Edwin.

Baca Juga: Motor 150cc Bakal Dilarang Isi Pertalite Ini Daftar Harga BBM September 2024
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!