Kemandirian Pangan, Paya Pinang Group Integrasikan Padi Gogo dengan Sawit

Minggu, 08 September 2024 - 17:42 WIB
“Kita sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa sangat memungkinkan untuk memproduksi pangan dan energi yang berkelanjutan. Termasuk tanaman padi gogo ini yang selain untuk ketahanan pangan juga punya unsur gizi yang dibutuhkan tubuh manusia,” jelasnya.

Bambang Eko, perwakilan Direksi PT Hasjrat Tjipta mengatakan, Paya Pinang Group memiliki komitmen melaksanakan PSR dan membantu petani sejak 1984 di daerah Deli Serdang. “Semuanya adalah petani swadaya. Lebih dari 29 poktan yang bermitra dengan Paya Pinang Group. Keempat poktan yang lakukan PSR pada hari ini seluas 186 ha,” katanya.

Selain tanam sawit, hari itu juga dilakukan penanaman padi gogo sebagai tanaman sela yang benihnya disediakan RSI. “Setelah pelaksanaan PSR di lokasi ini nantinya akan berlanjut ke daerah Asahan,” ujarnya.

Penjabat (Pj) Bupati Batubara Heri Wahyudi Marpaung mengapresiasi Paya Pinang Group yang menginisiasi penanaman padi gogo sebagai tanaman sela di antara tanaman sawit ini. Upaya Paya Pinang ini selaras dengan program Pemkab Batubara yang berupaya mengurangi angka stunting yang masih cukup tinggi.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. “Angka stunting kami di angka 17%. Penanaman padi gogo yang memiliki kandungan gizi ini kami harapkan bisa membantu penurunan angka stunting di wilayah kami,” katanya.

Heri Wahyudi juga mengapresiasi program RSI yang mendorong petani bisa memproduksi minyak sawit. Karena itu pihaknya ingin BUMD di Batubara memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!