Khawatir Dolar AS Runtuh, Trump Ingin Cabut Sanksi terhadap Rusia

Senin, 09 September 2024 - 11:04 WIB
Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan pertama mereka. FOTO/Sputnik
JAKARTA - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, ingin mencabut semua sanksi terhadap Rusia untuk menyelamatkan dolar AS.

"Saya sendiri telah menggunakan sanksi, tetapi saya mencabutnya secepat mungkin agar tidak membunuh dolar. Dolar harus tetap menjadi mata uang cadangan internasional. Jika gagal, itu sama saja dengan kalah perang. Kita akan menjadi negara dunia ketiga. Kita tidak bisa membiarkannya," ujar Trump dalam sebuah deklarasi, dikutip dari Contribune, Senin (9/9/2024).



Baca Juga: China Timbun Dolar AS Rp7.729 Triliun, Apa Artinya bagi Yuan?



Trump menyadari, dunia sedang berupaya untuk menghindari sistem moneter Barat. Hal ini bahkan menjadi prioritas bagi negara-negara BRICS yang segera melaksanakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kazan, Rusia pada Oktober mendatang.

"Anda kehilangan Iran, Anda kehilangan Rusia. China sedang berusaha untuk membuat mata uangnya menjadi mata uang yang dominan. Anda akan kehilangan dominasi dolar. Hal ini sedang berlangsung. Kita akan kehilangan begitu banyak negara," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!