Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.456 per Dolar AS

Senin, 09 September 2024 - 16:00 WIB
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal II/2024 juga melambat, hanya tumbuh 2,9 persen secara tahunan pada kuartal kedua, lebih rendah dari angka awal 3,1 persen dan perkiraan konsensus 3,2 persen. Meski begitu, masih ada kenaikan upah yang mendorong inflasi, sehingga ada potensi Bank sentral Jepang (BoJ) akan menaikkan suku bunga.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.526, Dibayangi Tumpukan Utang

Kemudian, data harga konsumen (CPI) dari Tiongkok menjadi pendorong disinflasi global, dengan harga produsen turun 1,8 persen per tahun pada bulan Agustus ketika analis telah memperkirakan penurunan sebesar 1,4 persen. CPI juga meleset dari perkiraan sebesar 0,6 persen untuk tahun ini, dengan hampir semua kenaikan harga pangan, dan harga barang naik hanya 0,2 persen, yang menunjukkan permintaan domestik yang lemah.

Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup melemah di rentang Rp15.440 - Rp15.520 per dolar AS.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!