Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah sejak 2021
Rabu, 11 September 2024 - 11:48 WIB
Minyak mentah berjangka Brent naik 39 sen, atau 0,6% menjadi USD69,58 per barel pada 00.31 GMT, sedangkan minyak mentah berjangka AS menjadi USD66,19 per barel, atau mengalami kenaikan tipis 44 sen yang setara dengan 0,7%.
Kedua patokan turun hampir USD3 pada hari Selasa, dengan Brent mencapai level terendah sejak Desember 2021 dan WTI jatuh ke posisi terbawah sejak Mei 2023.
OPEC mengatakan dalam laporan bulanan pada hari Selasa bahwa permintaan minyak dunia akan meningkat sekitar dua juta barel per hari (bph) pada tahun 2024, sekitar 80.000 barel per hari lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Patokan minyak Brent telah diperdagangkan di bawah USD70 karena OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaannya. Hingga bulan lalu, OPEC mempertahankan proyeksinya tidak berubah sejak pertama kali dibuat pada Juli 2023.
Importir minyak mentah terbesar di dunia, China menyumbang sebagian besar penurunan peringkat terbaru, dengan OPEC memangkas perkiraannya tentang pertumbuhan permintaan negara itu pada tahun 2024 menjadi 650.000 barel per hari.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan tetap didukung dengan baik," kata OPEC.
"Namun, hambatan di sektor real estat dan meningkatnya penetrasi truk LNG dan kendaraan listrik kemungkinan akan membebani permintaan diesel dan bensin ke depan," ungkap laporan itu memperingatkan.
Kedua patokan turun hampir USD3 pada hari Selasa, dengan Brent mencapai level terendah sejak Desember 2021 dan WTI jatuh ke posisi terbawah sejak Mei 2023.
OPEC mengatakan dalam laporan bulanan pada hari Selasa bahwa permintaan minyak dunia akan meningkat sekitar dua juta barel per hari (bph) pada tahun 2024, sekitar 80.000 barel per hari lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Patokan minyak Brent telah diperdagangkan di bawah USD70 karena OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaannya. Hingga bulan lalu, OPEC mempertahankan proyeksinya tidak berubah sejak pertama kali dibuat pada Juli 2023.
Importir minyak mentah terbesar di dunia, China menyumbang sebagian besar penurunan peringkat terbaru, dengan OPEC memangkas perkiraannya tentang pertumbuhan permintaan negara itu pada tahun 2024 menjadi 650.000 barel per hari.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan tetap didukung dengan baik," kata OPEC.
"Namun, hambatan di sektor real estat dan meningkatnya penetrasi truk LNG dan kendaraan listrik kemungkinan akan membebani permintaan diesel dan bensin ke depan," ungkap laporan itu memperingatkan.
Lihat Juga :