Golden Westindo Siap IPO, Bidik Dana Segar Rp82,28 Miliar
Kamis, 12 September 2024 - 08:10 WIB
Sementara, Direktur GWAA Karolina Leo menyebut perseroan berencana untuk mendirikan dua "Artemia Hatching Facility" dengan total investasi sekitar 40,5% dari dana hasil IPO.
"Fasilitas ini nantinya akan memproduksi pakan pembenihan alami siap pakai (ready-to-use) dalam bentuk 'nauplii'. Pendirian Artemia Hatching Facility merupakan inovasi produk yang dikembangkan Perseroan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan industri," ujar Karolina.
Artemia Hatching Facility yang didirikan di Lampung ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2025, serta Situbondo, Jawa Timur mulai operasi kuartal II-2026. Pada 31 Desember 2023, GWAA mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp98,53 miliar, dengan laba periode berjalan senilai Rp16,13 miliar.
Dengan nilai tersebut, perseroan mencatatkan nilai net profit margin (NPM) sebesar 16,38% atau lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 10,18 %. Peningkatan NPM didorong oleh pengelolaan biaya yang efektif oleh perseroan, mencakup beban pokok pendapatan dan beban usaha, dengan rasio keuangan tumbuh dengan sangat baik, dengan return on equity (ROE) mencapai 20,37% dan return on asset (ROA) sebesar 14,73% pada 2023.
Sebagai informasi, perseroan bergerak di industri perdagangan pakan pembenihan udang dan ikan, pakan ikan hias, peralatan akuarium, serta pakan beku ikan hias. Perusahaan engoperasikan dua segmen bisnis utama, yaitu aquaculture dan aquatic," ujar Rusdi.
"Fasilitas ini nantinya akan memproduksi pakan pembenihan alami siap pakai (ready-to-use) dalam bentuk 'nauplii'. Pendirian Artemia Hatching Facility merupakan inovasi produk yang dikembangkan Perseroan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan industri," ujar Karolina.
Artemia Hatching Facility yang didirikan di Lampung ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2025, serta Situbondo, Jawa Timur mulai operasi kuartal II-2026. Pada 31 Desember 2023, GWAA mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp98,53 miliar, dengan laba periode berjalan senilai Rp16,13 miliar.
Dengan nilai tersebut, perseroan mencatatkan nilai net profit margin (NPM) sebesar 16,38% atau lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 10,18 %. Peningkatan NPM didorong oleh pengelolaan biaya yang efektif oleh perseroan, mencakup beban pokok pendapatan dan beban usaha, dengan rasio keuangan tumbuh dengan sangat baik, dengan return on equity (ROE) mencapai 20,37% dan return on asset (ROA) sebesar 14,73% pada 2023.
Sebagai informasi, perseroan bergerak di industri perdagangan pakan pembenihan udang dan ikan, pakan ikan hias, peralatan akuarium, serta pakan beku ikan hias. Perusahaan engoperasikan dua segmen bisnis utama, yaitu aquaculture dan aquatic," ujar Rusdi.
Lihat Juga :