Dolar Perkasa, Rupiah Terjungkal ke Level Rp15.439
Kamis, 12 September 2024 - 16:53 WIB
Namun sebelum pertemuan Fed minggu depan, fokusnya adalah pada data inflasi indeks harga produsen yang akan dirilis pada Kamis malam, untuk isyarat lebih lanjut tentang inflasi. Prospek pemotongan suku bunga yang lebih kecil menjadi pertanda buruk bagi mata uang yang melawan dolar AS, mengingat skenario seperti itu menandakan kondisi moneter AS yang lebih ketat untuk waktu yang lebih lama.
Selain itu, investor menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa yang akan diumumkan hari ini. ECB akan bertemu pada pukul 12.15 GMT pada hari Kamis, di mana secara luas diharapkan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Baca Juga : Rupiah Menguat 0,01 persen ke level Rp15.455
Pasar akan lebih fokus pada komentar Presiden ECB Christine Lagarde, yang akan dirilis pada pukul 12.45 GMT, untuk mengonfirmasi apakah suku bunga lebih lanjut akan menyusul pada bulan Oktober dan Desember.
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di rentang Rp15.340 - Rp15.450 per dolar AS.
Selain itu, investor menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa yang akan diumumkan hari ini. ECB akan bertemu pada pukul 12.15 GMT pada hari Kamis, di mana secara luas diharapkan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Baca Juga : Rupiah Menguat 0,01 persen ke level Rp15.455
Pasar akan lebih fokus pada komentar Presiden ECB Christine Lagarde, yang akan dirilis pada pukul 12.45 GMT, untuk mengonfirmasi apakah suku bunga lebih lanjut akan menyusul pada bulan Oktober dan Desember.
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di rentang Rp15.340 - Rp15.450 per dolar AS.
(fch)
Lihat Juga :