Eduwisata Kopi Luwak PHKT di Marangkayu Angkat Ekonomi Lokal

Rabu, 02 Oktober 2024 - 14:30 WIB
Seiring perkembangan kawasan menjadi pusat ekowisata, terbentuk empat kelompok sadar wisata yang melibatkan 152 penerima manfaat. Rindoni menjelaskan, kelompok tani kini siap menuju kemandirian dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan akademisi.

Baca Juga: 6 Fakta Ketakutan Rakyat Israel Menghadapi Serbuan Rudal Iran

Lebih lanjut, Rindoni mengatakan bahwa keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga semakin membuka peluang bagi kopi luwak produksi kelompoknya, karena memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Timur. Menurut dia, strategi pemasaran, termasuk kerja sama dengan asosiasi hotel, disiapkan untuk meningkatkan peluang produk kopi ini di pasar yang lebih luas.

Terpisah, Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan mengatakan bahwa kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci keberhasilan program Kapak Prabu ini, dimana perusahaan berhasil mewujudkan kampung eduwisata dan ekologi melalui pendampingan dan pengembangan.

"Kami terus mendukung pengembangan kemandirian masyarakat melalui program-program CSR yang inovatif dan berkelanjutan," tegas Dony.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!