Profil Saudi Aramco, Raksasa Minyak yang Membuat Arab Saudi Kaya Raya

Selasa, 08 Oktober 2024 - 08:36 WIB
Jalur pipa Tapline menghubungkan Arab Saudi bagian timur dengan Laut Mediterania, sehingga memangkas waktu dan biaya ekspor minyak ke Eropa. Setelah dua tahun eksplorasi di perairan dangkal Teluk Arab, ditemukanm ladang Safaniyah pada tahun 1951. Ladang ini terbukti menjadi ladang minyak lepas pantai terbesar di dunia. Pada tahun 1958, produksi minyak mentah Aramco melampaui 1 juta barel dalam satu tahun kalender.

Penemuan Miliaran Barel Minyak

Pada 1962, Arab Saudi mencapai tonggak sejarah, dengan produksi minyak mentah kumulatif mencapai 5 miliar barel dan pada tahun 1971, pengiriman minyak mentah dan produk minyak bumi dari Terminal Laut Ras Tanura melampaui 1 miliar barel per tahun untuk pertama kalinya.

Memiliki potensi yang besar, Arab Saudi terus meningkatkan kepemilikan saham. Pada tahun 1973, pemerintah Saudi membeli 25% saham di Aramco, dan meningkatkan saham tersebut menjadi 60% tahun berikutnya.

Pada tahun 1980, pemerintah Saudi meningkatkan kepemilikannya di Aramco hingga 100%. Delapan tahun kemudian, Saudi Aramco resmi didirikan sebuah perusahaan baru yang mengambil alih semua tanggung jawab Aramco, dengan Ali I. Al-Naimi menjadi presiden Saudi Aramco pertama pada 1984, dan presiden serta CEO Saudi pertama pada tahun 1988.

Tahun berikutnya, Saudi Aramco memulai transformasinya dari perusahaan penghasil dan pengekspor minyak menjadi perusahaan minyak terpadu, dengan pembentukan Star Enterprises pada tahun 1989 sebuah usaha patungan dengan Texaco di AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!