AS Kembali Bela Israel, Armada Pengangkut Minyak Iran Dihantam Sanksi
Senin, 14 Oktober 2024 - 08:12 WIB
Sementara itu berbicara kepada wartawan di Teheran pada hari Minggu, Baghaei menggambarkan, sanksi itu sebagai tindakan "ilegal dan tidak dapat dibenarkan."
Ditekankan juga olehnya bahwa, serangan rudal Iran – yang terjadi setelah Israel membunuh pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan seorang jenderal senior Iran di Beirut – dilakukan "sesuai dengan hukum internasional untuk menggunakan hak yang melekat pada pertahanan yang sah," ungkap Baghaei menurut kantor berita IRNA Iran.
Di sisi lain Israel disebutkan masih mempertimbangkan untuk memberikan respons lanjutan terhadap serangan rudal itu, dan secara luas diperkirakan akan menargetkan infrastruktur minyak atau nuklir Teheran. AS telah memperingatkan Yerusalem Barat terhadap kedua arah tersebut, dan Baghaei mengecam sanksi terbaru sebagai upaya Washington untuk menenangkan Israel agar menunda serangan sektor energi Iran.
"Langkah AS untuk menjatuhkan sanksi tidak memiliki dasar hukum atau logis dan sama dengan membayar tebusan kepada rezim Israel yang nakal," katanya.
Setiap serangan terhadap sektor nuklir Iran akan membawa risiko eskalasi yang serius, sementara kerusakan pada industri minyaknya akan menyebabkan harga global meroket. Hingga pada gilirannya menaikkan biaya bahan bakar di Amerika menjelang pemilihan presiden bulan depan.
Ditekankan juga olehnya bahwa, serangan rudal Iran – yang terjadi setelah Israel membunuh pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan seorang jenderal senior Iran di Beirut – dilakukan "sesuai dengan hukum internasional untuk menggunakan hak yang melekat pada pertahanan yang sah," ungkap Baghaei menurut kantor berita IRNA Iran.
Di sisi lain Israel disebutkan masih mempertimbangkan untuk memberikan respons lanjutan terhadap serangan rudal itu, dan secara luas diperkirakan akan menargetkan infrastruktur minyak atau nuklir Teheran. AS telah memperingatkan Yerusalem Barat terhadap kedua arah tersebut, dan Baghaei mengecam sanksi terbaru sebagai upaya Washington untuk menenangkan Israel agar menunda serangan sektor energi Iran.
"Langkah AS untuk menjatuhkan sanksi tidak memiliki dasar hukum atau logis dan sama dengan membayar tebusan kepada rezim Israel yang nakal," katanya.
Setiap serangan terhadap sektor nuklir Iran akan membawa risiko eskalasi yang serius, sementara kerusakan pada industri minyaknya akan menyebabkan harga global meroket. Hingga pada gilirannya menaikkan biaya bahan bakar di Amerika menjelang pemilihan presiden bulan depan.
Lihat Juga :